Trend, Soppeng – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, secara tegas meminta partai-partai lain untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Golkar.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi kritik dari sejumlah fraksi di DPRD Soppeng terkait ketidakhadiran 11 anggota Fraksi Golkar dalam Rapat Paripurna pengesahan RPJMD.
Andi Kaswadi menyebut kritik dari fraksi lain sebagai hal yang “lucu” karena dianggap seolah ingin melemahkan Partai Golkar.
“Golkar punya mekanisme pengawasan sendiri. Bupati adalah kader kami, dan kami wajib mengawal kebijakannya,”tegasnya.
Ia menegaskan bahwa Partai Golkar memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kami berkewajiban memastikan Golkar tetap dipercaya rakyat. Namun, kami curiga ada pihak-pihak di sekitar Bupati yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, bukan kepentingan Soppeng ke depan,”ujarnya.
Dengan nada tegas, Andi Kaswadi menyampaikan:
“Saya tidak perlu merespons kritik dari fraksi lain. Urus saja fraksimu, urus partaimu! Jangan coba-coba mengurusi Partai Golkar. Anda tidak punya hak untuk itu. Saya tidak ikut campur urusan fraksi atau partai lain, jadi jangan mengurus ‘rumah tangga’ kami!
Ia juga mempertanyakan etika dan niat di balik kritik tersebut, Apakah ini tindakan yang etis? Apakah ini ciri orang yang berpikiran cerdas dan berwawasan? Biar rakyat yang menilai. Apa mereka bagian dari ‘tim tukang bisik’ yang tidak bertanggung jawab? Masyarakatlah yang akan melihat mana yang benar dan mana yang salah.
Andi Kaswadi kembali menegaskan bahwa Partai Golkar tidak akan membiarkan kebijakan yang merugikan masyarakat hanya karena Bupati adalah kader mereka.
“Justru karena Bupati dari Golkar, kami harus lebih ketat mengawasi. Kami tidak ingin ada kesalahan yang nantinya akan dimanfaatkan pihak lain untuk kepentingan sesaat,”jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa RPJMD adalah dokumen strategis yang akan menentukan arah pembangunan Soppeng lima tahun ke depan.
“Jika ada kejanggalan, kami wajib menyuarakannya. Ini bukan soal politik, tapi tanggung jawab kepada rakyat,”pungkasnya.
Disebutkan bahwa Anggota DPRD Andi Takdir dari Partai Demokrat mengkritik ketidakhadiran Fraksi Golkar, padahal beberapa anggota dari fraksi lain juga absen, seperti, Mohamad Chandra Muhctar (Ketua Fraksi Demokrat), Syamsuddin Dennu (PDIP), Mursalin dari (PPP). (Chan)







