Trend, Soppeng– Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, secara resmi membuka kembali (relaunching) Desa Wisata Mattabulu. Acara ini bukan sekadar peresmian biasa, melainkan sebuah simbol kebangkitan dan semangat baru masyarakat Mattabulu setelah dilanda bencana.
Dalam sambutannya yang penuh haru, Andi Muhammad Farid menyampaikan bahwa bencana adalah ujian berat yang menguji kebersamaan.
“Namun, dari balik ujian itulah kita belajar tentang arti kebersamaan, tentang bagaimana kita bangkit bersama, saling menguatkan, dan tidak pernah kehilangan harapan,” ujarnya.
Relaunching ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pariwisata serta semangat untuk terus mengembangkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki Desa Mattabulu.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Desa Mattabulu mampu bangkit, dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya,” tegasnya.
Penyerahan Simbolis dan Serah Terima Output Acara ini juga diisi dengan beberapa kegiatan penting, termasuk penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Ketua Tim PPK Ormawa, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Dosen Pendamping, dan Kepala Desa.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan output dari Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Alat Mitigasi Bencana diserahkan kepada Ketua DPRD, Peta Rawan Longsor diserahkan oleh Prof. Suhasman kepada Camat Lalabata Soppeng, Peta Sosial diserahkan oleh Kasubdit CDC kepada Kapolres, Buku Pokdarwis dan Manual Wisata diserahkan oleh WD 1 FISIP kepada Dandim 1423 Soppeng, serta Policy Brief diserahkan oleh WD FKM kepada Kejaksaan.
Sebagai puncak acara, dilakukan simbolisasi Relaunching dengan kegiatan penanaman kopi. Kegiatan ini diikuti oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, kejaksaan dan Camat Lalabata.
Penanaman kopi menjadi simbol harapan baru untuk pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam di Desa Mattabulu. Ini juga menunjukkan komitmen bersama dari berbagai pihak untuk mendukung kemajuan desa wisata ini.







