Baju Kusut yang Mengundang Perhatian Bupati Bone, Cerita hangat di balik kunjungan panen jagung di pelosok Bontocani

Berita Utama320 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Siang itu, Selasa (4/11/2025), suasana di Desa Watang Cani, Kecamatan Bontocani, terasa begitu meriah. Ratusan murid SD dan SMP memenuhi tepi jalan dengan wajah sumringah, menyambut kedatangan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., yang datang untuk menghadiri panen jagung di wilayah pegunungan itu.

Yel-yel khas Gerakan Pramuka bergema riang dari barisan pelajar. “Selamat datang Kakak!” teriak mereka serempak, menyambut sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bone. Sorak gembira menambah hangat suasana desa yang biasanya tenang.

Namun di tengah riuh sambutan itu, langkah Bupati tiba-tiba terhenti. Pandangannya tertuju pada seorang siswa SMP dengan seragam yang tampak lusuh dan kusut. Bocah itu berdiri agak di pinggir barisan, menatap penuh rasa kagum ke arah rombongan bupati.

“Kelas berapa, Nak?” tanya Bupati dengan suara lembut.
“Kelas tiga, Puang,” jawab bocah itu pelan, menunduk sopan.
“Sekolah di mana?” tanya Bupati lagi.
“SMP 3 Bontocani,” sahutnya dengan malu-malu.

Senyum tipis muncul di wajah Bupati. Ia menepuk bahu bocah itu dengan penuh kasih, lalu menoleh ke arah pejabat Dinas Pendidikan yang mendampinginya.
“Pak Kadis, tolong ganti bajunya, ya. Kasih yang baru. Sekolah yang baik, Nak. Saya juga dulu dari pelosok desa di Bakunge. Raihlah cita-citamu setinggi-tingginya. Tidak ada cita-cita yang mustahil selama kita mau berusaha,” ucapnya menasehati.

Momen sederhana itu menjadi pemandangan yang mengharukan di tengah kemeriahan panen jagung. Seorang pemimpin yang tidak hanya datang untuk meresmikan atau berpidato, tapi juga menaruh perhatian pada hal kecil yang sarat makna. selembar baju sekolah yang menjadi simbol kepedulian dan harapan.

Beberapa hari kemudian, kabar gembira datang dari Dinas Pendidikan Bone. Plt Kadis Pendidikan, Edy Saputra Syam, memastikan instruksi Bupati telah dijalankan.
“Alhamdulillah, seragam baru sudah sampai ke ananda Faisal, siswa SMPN 3 Bontocani. Sesuai perintah Bupati Bone, kami langsung menindaklanjuti,” ujarnya Jum’at 7/11/2025.

Di pelosok Bontocani yang jauh dari hiruk pikuk kota, perhatian kecil itu menjadi besar artinya. Bagi Faisal, baju barunya mungkin hanya sepotong kain. Tapi bagi masyarakat Bone, kisah itu adalah potret kepemimpinan yang dekat dengan rakyat — seorang Bupati yang melihat bukan hanya hasil panen di ladang, tapi juga masa depan yang sedang tumbuh di sekolah-sekolah pelosok.(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *