Universitas Mercu Buana Wujudkan Ekonomi Kreatif Pesisir melalui Hibah BIMA Kemdiktisaintek di Desa Marga Mulya

News96 Dilihat

Trend, Tangerang-Tim dosen Universitas Mercu Buana kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program Hibah BIMA Kemdiktisaintek 2025. Kegiatan yang berlokasi di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang ini berfokus pada penguatan UMKM dan pengelola wisata pesisir melalui inkubasi branding dan manajemen wisata berkelanjutan.

Program ini diketuai oleh Fachmi Khadam Haeril, S.Pd., M.Pd., dosen dari Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana, dengan mitra utama Kelompok UMKM Mutiara Hijau yang dipimpin oleh Herri Ogong. Kelompok masyarakat ini dikenal sebagai pelaku usaha kreatif penghasil sirup bakau dan kerajinan kulit kerang yang mencerminkan identitas budaya pesisir Tangerang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat pesisir agar mampu naik kelas — dari pelaku usaha tradisional menjadi pelaku ekonomi kreatif berbasis digital,” ujar Fachmi Khadam Haeril, Ketua Tim Pelaksana.

Kegiatan ini meliputi serangkaian pelatihan dan pendampingan intensif, mulai dari desain kemasan, strategi branding, manajemen usaha, hingga pemasaran digital. Pendekatan partisipatif yang diterapkan membuat masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap prosesnya.

Hasil dari program ini cukup signifikan. Produk sirup bakau kini tampil dengan kemasan baru yang lebih modern dan informatif, dilengkapi label halal dan identitas merek yang kuat. Melalui pelatihan digital marketing, kelompok Mutiara Hijau juga telah memiliki akun media sosial dan katalog produk daring yang digunakan untuk memasarkan produk ke berbagai daerah di luar Tangerang.

“Sekarang produk kami sudah punya label dan sudah bisa dijual lewat marketplace. Penjualan meningkat dan banyak yang tertarik dengan rasa unik sirup bakau,” ungkap Herri Ogong, Ketua UMKM Mutiara Hijau.

Selain aspek ekonomi, program ini turut menanamkan kesadaran konservasi lingkungan melalui konsep wisata edukatif berbasis mangrove. Upaya ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 1, 8, dan 12, yakni pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi lokal, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Kolaborasi Kreatif: Siswa SMK dan Karang Taruna Belajar Branding dengan AI

Kegiatan yang berlangsung sepanjang tahun 2025 ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Pendapatan kelompok UMKM meningkat hingga 40%, dan keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi desa juga semakin besar.

Program pengabdian ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat lokal dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif pesisir yang berkelanjutan.

“Kami berharap Desa Marga Mulya dapat menjadi contoh praktik baik bagi pemberdayaan masyarakat pesisir di wilayah lain,” tutup Fachmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *