Kerja Cepat BerAmal Berbuah Hasil, Bone Kantongi Anggaran 38 Millyar Bakal Bangun Tiga Jembatan Rusak Di 2026

Berita Utama108 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Menjelang akhir tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bone kembali mencatat capaian penting hasil kerja sama lintas sektor serta komunikasi intens yang dibangun dengan pemerintah pusat. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., pemerintahan BerAamal kembali mendapatkan suntikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dari kementerian terkait.

Informasi tersebut disampaikan Kepala BPBD Bone, Andi Muhammad Ikbal, S.STP melalui Analis Kebencanaan Ahli Muda, Muhammad Nur Fajar. Ia mengonfirmasi bahwa pemerintah pusat menyiapkan bantuan sebesar Rp38 miliar untuk membangun tiga jembatan yang rusak akibat diterjang banjir.

“Tiga jembatan yang masuk dalam daftar pembangunan berada di Desa Hulo Kecamatan Kahu, Desa Tana Tengah Kecamatan Palakka, dan Desa Cege Kecamatan Mare,” ungkap Fajar.

Menurutnya, pengajuan dilakukan melalui aplikasi khusus usulan infrastruktur terdampak bencana. Dari lima titik yang diajukan pemerintah daerah, tiga di antaranya berhasil disetujui oleh pusat.

Fajar juga menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari upaya cepat Bupati Bone pada awal masa jabatannya. “Kunjungan Bapak Bupati Bone ke BNPB RI tak lama setelah dilantik menjadi langkah penting. Beliau bertemu langsung Kepala BNPB dan mendapat respons sangat positif. Setelah itu, Bone dipersilakan mengajukan proposal, dan kami segera menyiapkan seluruh dokumen persyaratan,” jelasnya.

Proses pengajuan berjalan lancar dan diapresiasi oleh BNPB, hingga proposal yang dikirimkan dinyatakan lolos verifikasi awal.

Sementara itu, tahap verifikasi lanjutan juga semakin matang. Pada Senin, 2 Desember 2025, tim BPBD Provinsi Sulawesi Selatan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi jembatan-jembatan yang masuk usulan. “Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa kerusakan di lokasi memang membutuhkan penanganan segera. Laporan ini kemudian menjadi dasar rekomendasi Gubernur Sulsel sebelum anggaran ditransfer ke Bone,” terang Fajar.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, seluruh kelengkapan administrasi kini dinyatakan tuntas dan memenuhi syarat. Pemerintah Kabupaten Bone pun yakin pencairan anggaran dapat diproses tanpa hambatan berarti.

“Insyaallah, kalau semuanya berjalan sesuai mekanisme, pembangunan ketiga jembatan tersebut sudah bisa dimulai tahun depan,” harap Fajar.

Pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan akses yang terputus akibat banjir, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta kesiapsiagaan Bone terhadap bencana.

Konsistensi komunikasi dan lobi yang dibangun pemerintahan BerAamal kembali menunjukkan hasil konkret. Bantuan ini menjadi bukti bahwa koordinasi efektif dan langkah cepat mampu menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Bone.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *