BONE,TRENDSULSEL–Selama enam tahun terakhir, anggaran untuk penyelenggaraan jalan di Kabupaten Bone mengalami perubahan yang cukup mencolok. Merujuk data dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR), tren alokasi anggaran menunjukkan fluktuasi yang tajam, bahkan mencatat kenaikan drastis di tahun anggaran 2025.
Pada tahun 2019, dana yang digelontorkan untuk penyelenggaraan jalan tercatat sebesar Rp126,9 miliar. Namun, jumlah itu turun menjadi Rp84,7 miliar di tahun berikutnya, dan kembali mengalami penurunan ringan pada 2021 menjadi Rp83,5 miliar.
Situasi mulai berubah di tahun 2022, ketika alokasi anggaran melonjak signifikan hingga Rp321,0 miliar, sebelum kembali menyusut pada tahun 2023 menjadi Rp65,7 miliar. Kemudian di 2024, terdapat peningkatan menjadi Rp141,8 miliar.
“Tahun 2025 menjadi titik tertinggi, di mana Pemerintah Kabupaten Bone di bawah komando Bupati H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM., dan Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM., berhasil menggenjot anggaran penyelenggaraan jalan hingga menyentuh angka Rp961,2 miliar, tertinggi sejak 2019,” jelas Kepala Dinas BMCKTR Bone, H. Askar, S.T., M.Si.
Menanggapi pencapaian tersebut, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyampaikan rasa syukurnya. Ia menilai bahwa lonjakan ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur atas peningkatan luar biasa ini. Infrastruktur jalan merupakan aspirasi utama masyarakat Bone karena masih banyak ruas jalan yang rusak. Harapan kami, anggaran ini dapat memenuhi keinginan masyarakat dan meningkatkan konektivitas daerah,” ujarnya.
Kenaikan anggaran tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Selain memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak, mereka berharap pembangunan ini juga membuka jalur-jalur strategis baru yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.(*)







