BONE,TRENDSULSEL–Ribuan tenaga kesehatan bersama masyarakat tumpah ruah mengikuti Jalan Santai Jambore Kesehatan BerAmal dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025 di Kabupaten Bone, Jum’at (7/11/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” ini dipusatkan di Kecamatan Barebbo, dengan rute dari Dusun Lawaccang, Desa Barebbo menuju Lapangan Desa Kading.
Jalan santai ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan Jambore Kesehatan yang akan berlangsung hingga sabtu (8/11/2025). Acara tersebut diikuti langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M.
Turut hadir Forkopimda Bone, Ketua Komisi III DPRD Bone Indra Jaya, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Bone, serta Forkopimcam dan kepala desa se-Kecamatan Barebbo.
Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan Bone menjelaskan, Jambore Kesehatan BerAmal ini merupakan kegiatan perdana yang sepenuhnya digagas oleh Bapak Bupati Bone dan didukung melalui swadaya nakes serta sponsor tidak mengikat. “Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat integritas antarprogram kesehatan, dukungan lintas sektor, dan kolaborasi berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama jambore akan digelar berbagai kegiatan, seperti zikir bersama, devile kader kesehatan, lomba penyuluhan gizi, lomba yel-yel kesehatan, hingga donor darah.
Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, pelaksanaan Jambore Kesehatan tahun ini berbeda karena dipusatkan di desa, bukan di kota seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kita ingin suasana baru. Hari ini kita laksanakan di Desa Kading, Kecamatan Barebbo. Ini sekaligus bentuk perhatian kepada tenaga kesehatan di pelosok, termasuk petugas Pustu yang butuh dukungan sarana seperti ambulans,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya peran penyuluh kesehatan sebagai garda terdepan dalam mendukung program Pemerintahan BerAmal menuju Bone sehat dan bebas stunting. “Kami ingin seluruh penyuluh menjadi ujung tombak pemerintah. Tidak ada lagi kasus stunting. OPD harus berkolaborasi sampai tuntas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, tahun depan pemerintah daerah akan merekrut penyuluh gizi di setiap desa untuk memperkuat upaya pencegahan stunting. “Bone ini lumbung pangan terbesar di Sulsel dan kelima secara nasional, tetapi masih ada stunting. Karena itu, kita harus fokus pada pencegahan, bukan hanya pengobatan,” pungkasnya.
Bupati berharap momentum Jambore Kesehatan BerAmal ini menjadi ajang memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan masyarakat Bone yang sehat, adil, dan sejahtera.(Al)







