BONE,TRENDSULSEL–Sebanyak 10 titik Dapur Bergizi dan dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Merdeka 1 & 2 resmi diluncurkan di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Jumat (14/11/2025). Program ini berada di bawah naungan Yayasan Generasi Gemilang Sulawesi (Yasika Grup) sebagai upaya mempercepat pemenuhan gizi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi, didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, SE., M.Si, serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulsel.
Pembina Yayasan Generasi Gemilang Sulawesi, Yasika Aulia Ramadhani, mengungkapkan rasa harunya dalam peresmian tersebut. Ia menyebut kehadiran tokoh perempuan Sulsel menjadi inspirasi baginya. Yasika juga menjelaskan bahwa 10 dapur yang diresmikan tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tellu Siattinge, Dua Boccoe, dan Kajuara. Sebanyak tiga dapur lainnya sedang dalam tahap penyelesaian.
Yasika Grup sebelumnya telah membangun 40 dapur bergizi aktif di Sulsel, masing-masing 16 di Makassar, 3 di Parepare, dan 1 di Gowa. Program ini mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait percepatan pemenuhan gizi melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, 17 dapur yang beroperasi penuh telah menyerap sekitar 850 tenaga kerja dan melayani hingga 60.000 penerima manfaat setiap hari.
Yasika menambahkan bahwa semua dapur mengandalkan bahan baku lokal yang melibatkan petani, peternak, dan pekebun di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, teknologi dapur yang digunakan mampu bertahan hingga 30–35 tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone atas dukungan yang diberikan.
Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin dalam sambutannya menilai kehadiran SPPG akan membuka ruang perputaran anggaran yang besar. Jika 80 SPPG berjalan dengan estimasi anggaran Rp500 juta per unit, maka dampaknya terhadap ekonomi daerah dinilai sangat signifikan. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan pembangunan Kebun MBG Terintegrasi untuk memastikan ketersediaan bahan baku.
Menurutnya, program gizi ini juga berpotensi menyerap hingga 4.000 tenaga kerja, terutama dari keluarga pra sejahtera agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Ia menyebut Bone menjadi salah satu daerah yang paling siap dalam implementasi program MBG meski tengah menghadapi pemotongan anggaran sebesar Rp300 miliar.
Wakil Gubernur Sulsel Hj. Fatmawati Rusdi mengapresiasi peresmian SPPG dan 10 Dapur Bergizi di Kabupaten Bone. Ia menilai Yasika Grup telah menunjukkan komitmen dalam membangun ekonomi daerah melalui lebih dari 40 dapur yang telah berjalan. Fatmawati menegaskan bahwa keberadaan SPPG memberikan efek berantai pada penyerapan tenaga kerja serta peningkatan gizi masyarakat.
Ia mendorong pemerintah daerah dan mitra terkait untuk terus berkolaborasi guna meningkatkan kualitas hidup anak bangsa dan menekan angka stunting.
Peresmian ini mengukuhkan Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah yang serius menjalankan program nasional pencegahan stunting melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran SPPG diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pembangunan sosial dan ekonomi daerah. (*)







