Mahasiswa KKN Unhas Ajak Siswa SD Inpres Tana Karaeng Sulap Sampah Plastik Jadi Pot Bunga

Daftar Isi



Trend, Gowa - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 113 Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalankan program edukasi lingkungan di SD Inpres Tana Karaeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Mereka mengajarkan siswa cara membuat pot bunga dari ecobrick, yaitu botol plastik yang diisi dengan sampah plastik padat.
Program ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya daur ulang sampah plastik serta menjaga kebersihan lingkungan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN membimbing siswa dalam mengumpulkan sampah plastik, memilahnya, lalu memadatkannya ke dalam botol plastik hingga berbentuk ecobrick. Setelah itu, ecobrick disusun dan direkatkan hingga membentuk pot bunga. Anak-anak tampak antusias dalam setiap tahapan. Pot yang dihasilkan akan di tempatkan di lingkungan sekolah untuk memperindah taman dan sebagai bagian dari penghijauan.
 
"Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki keterampilan dalam mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna," ujar Marsella, Penanggung Jawab program kerja dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas.
 
Selain manfaat lingkungan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa. Mereka belajar bekerja sama, berkreasi, dan memahami bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa diolah menjadi barang yang bermanfaat. Dengan metode belajar yang interaktif seperti ini, anak-anak lebih mudah menyerap konsep tentang pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan.
 
Sebagai hasil dari kegiatan ini, telah berhasil dibuat lima buah pot bunga yang dibagikan di sekolah pada Sabtu, 8 Februari 2025. Produk ini diterima dengan baik oleh pihak sekolah dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa serta masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
 
Mahasiswa juga berharap, program ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi anak-anak maupun masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dapat tertanam sejak dini, sehingga anak-anak bisa menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Tana Karaeng.
Artikel ini telah dibaca sebanyak kali