KKN Unhas 113 Berinovasi dengan Pembuatan Peta Tata Guna Lahan untuk Pengembangan Wilayah
Daftar Isi
Trend, Gowa- Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 113 kembali menunjukkan dedikasinya dalam pengabdian masyarakat.
Salah satu program yang diusung adalah pembuatan peta tata guna lahan desa Lompoloang, Kec. Pitumpanua, Kab. Wajo. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan pemerintah setempat dalam merencanakan pembangunan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
KKN Unhas 113 dilaksanakan di Desa Lompoloang, Kec. Pitumpanua, Kab. Wajo. Selama pelaksanaan program, mahasiswa melakukan pendataan dan pemetaan secara detail terkait penggunaan lahan di wilayah tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG)
Pembuatan peta ini merupakan langkah awal untuk membantu pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan infrastruktur, pertanian, serta pengelolaan sumber daya alam.
"Peta tata guna lahan ini nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan pembangunan, seperti penentuan lokasi pertanian, pemukiman dll," ujar Khaerul Mahasiswa KKN Unhas 113.
Kepala Desa menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN Unhas 113. Menurutnya, peta tata guna lahan ini akan menjadi alat yang sangat berguna bagi pemerintah desa dalam mengambil keputusan.
"Selama ini kami kesulitan dalam merencanakan pembangunan karena kurangnya data yang akurat. Dengan adanya peta ini, kami bisa lebih mudah menentukan prioritas pembangunan," ungkapnya.
Program kerja KKN Unhas 113 ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengasah kemampuan analisis, kerja tim, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Diharapkan, inovasi yang dihasilkan oleh KKN Unhas 113 ini dapat menjadi contoh bagi kelompok KKN lainnya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah-wilayah pedesaan yang membutuhkan dukungan dalam perencanaan tata ruang dan lahan.