BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menerima audiensi Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di rumah jabatan Bupati Bone, Jumat (1/5/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya pemberdayaan BUMDes dalam memperkuat perekonomian daerah.
Dalam audiensi itu, Forum BUMDes menyampaikan harapan agar unit usaha desa dapat lebih diberdayakan dan dilibatkan secara aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bone menekankan pentingnya pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dengan melibatkan pelaku usaha desa, koperasi, hingga BUMD.
“Saya minta BUMDes membangun usaha berbasis potensi wilayah masing-masing. Tentukan klaster sesuai keunggulan desa, sehingga masyarakat bisa melihat contoh nyata yang berhasil,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peluang besar dalam pemenuhan kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, BUMDes harus mampu menangkap peluang tersebut dengan menyediakan kebutuhan bahan pangan secara mandiri.
“Peluangnya sangat besar. Apa yang dibutuhkan, seperti ayam, telur, atau sayur, harus bisa disiapkan oleh BUMDes,” katanya.
Bupati Bone menyampaikan bahwa BUMDes yang telah menyusun Rencana Kerja akan mendapatkan pendampingan atau coaching. Bahkan, pemerintah daerah berencana melakukan studi banding dengan melibatkan tiga BUMDes perwakilan yang fokus pada sektor peternakan, pertanian, dan industri.
“BUMDes sebenarnya bisa berkembang besar jika dikelola dengan baik dan memiliki arah usaha yang jelas,” tambahnya.
Ia juga mendorong pengembangan berbagai sektor usaha seperti pertukangan kayu, peternakan sapi perah, serta sektor produktif lainnya yang sesuai dengan potensi desa.
Lebih lanjut, Bupati membuka peluang kerja sama antara BUMDes dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui nota kesepahaman (MoU). Namun, ia menegaskan bahwa BUMDes harus memastikan kesiapan produksi sebelum menjalin kerja sama.
“Saya minta data seluruh BUMDes terkait produk andalan masing-masing, agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan. BUMDes yang siap dan dekat dengan SPPG harus diprioritaskan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong penggunaan bahan pangan lokal dalam pemenuhan kebutuhan program MBG.
“Kalau bisa berbasis pangan lokal, itu harus. Jangan ambil bahan dari luar Bone,” pungkasnya.(al87)






