PONRE,TRENDSULSEL–Suasana duka menyelimuti keluarga Kadehang Binti Mattangnga, warga Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre. Di tengah suasana kehilangan itu, Bupati Bone hadir langsung untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran Bupati di rumah duka (1/9/26), bukan sekadar memenuhi undangan takziah. Sebagai kerabat, Bupati memiliki kedekatan dengan almarhumah dan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi yang dikenal baik, ramah, serta senantiasa menjaga hubungan silaturahmi dengan masyarakat di sekitarnya.
Ada satu hal yang paling dikenang Bupati dari sosok almarhumah, yakni ketekunannya dalam beribadah.
Almarhumah dikenal sebagai sosok yang taat menjalankan ibadah dan tekun membaca Al-Qur’an. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kesehariannya semasa hidup sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya.
Bagi Bupati, kepergian almarhumah tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam, khususnya bagi keluarga. Namun, kebaikan dan keteladanan yang telah ditanamkan semasa hidup diharapkan menjadi amal yang terus mengalir dan menjadi kenangan baik bagi keluarga maupun masyarakat.
Bupati mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT, dosa dan kekhilafannya diampuni, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Bupati juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Momen takziah itu menjadi gambaran sederhana tentang kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat dan kerabatnya. Di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan, Bupati tetap menyempatkan diri hadir ketika kerabat sedang menghadapi musibah kehilangan.
Bagi keluarga yang berduka, kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus penguat bahwa mereka tidak sendiri dalam melewati masa duka.
Di rumah duka itu, doa-doa dipanjatkan.
Kenangan tentang kebaikan almarhumah kembali disampaikan. Dan di antara suasana kehilangan, terselip harapan agar keteladanan yang ditinggalkan semasa hidup menjadi bekal terbaik menuju keabadian.(*)






