SOPPENG, TRENDSULSEL — Kelangkaan BBM bersubsidi di Kabupaten Soppeng tak kunjung usai.
Antrian panjang di SPBU, jerigen berserakan, dan kendaraan yang sama isi berulang kali sudah jadi pemandangan biasa.
Di tengah kekacauan itu, muncul pertanyaan besar dari warga. Ada apa dengan diamnya Aparat Penegak Hukum?.
“Sudah berbulan-bulan seperti ini. Bukti di depan mata, tapi tidak ada penindakan. Wajar kalau kami curiga,” ujar seorang warga, Sabtu (22/8/2026).
Warga menilai bukti penimbunan sudah sangat terang di lapangan.
Setiap hari terlihat kendaraan keluar masuk SPBU hingga 3 kali dengan tangki selalu full.
Selain itu, antrian jerigen Solar juga tidak pernah putus.
“Logika waras mana yang percaya itu untuk kebutuhan pribadi? Itu jelas dijual lagi. Ini penimbunan!” tegasnya.
Sementara diamnya Polres Soppeng dalam menindak pelaku penimbunan membuat masyarakat curiga.
“Kalau tidak ada bekingan, tidak mungkin semulus ini. Kami curiga ada setoran. Makanya mafia BBM bisa lolos terus,” ujar warga.
Kecurigaan makin kuat karena solar pertanian yang seharusnya untuk petani, justru banyak petani yang gagal panen karena tidak kebagian.
“Dinas Pertanian juga tolong diawasi. Jangan sampai rekomendasi dijual. Survei dulu baru kasih stempel,” kecam warga.
Warga mendesak Kapolres Soppeng yang baru dan Kasat Reskrim yang baru untuk segera bertindak.
“Ini ujian buat pejabat baru. Kami tidak butuh penjelasan. Kami butuh penangkapan. Kalau terus bungkam, berarti membiarkan rakyat menderita,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Soppeng, Pertamina, dan Dinas Pertanian Soppeng.






