BONE,TRENDSULSEL–Di balik kesibukan aktivitas perkantoran, masih ada ruang untuk kepedulian. Hal inilah yang ditunjukkan oleh seorang pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, yang memilih menyempatkan waktu menjenguk salah satu petugas kebersihan yang sedang sakit.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Bone, A. Habibie, secara khusus mengunjungi Ibu Yeni, seorang penyapu jalan yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit pada Senin (13/10/2025). Aksi ini mencerminkan wajah lain dari birokrasi—lebih manusiawi dan penuh empati.
Ibu Yeni dikenal sebagai pekerja lapangan yang tekun. Setiap pagi, ia menyapu ruas-ruas jalan di wilayah kota Watampone. Sayangnya, kondisi kesehatannya menurun akibat kelelahan dan perubahan cuaca yang tidak menentu. Meski merasa kurang sehat, ia sempat memaksakan diri untuk tetap bekerja hingga akhirnya harus dirawat karena keadaannya semakin memburuk.
“Sebenarnya sudah beberapa hari merasa tidak enak badan, tapi tetap kerja karena tanggung jawab,” tutur Ibu Yeni pelan dari ruang rawatnya. Matanya berkaca-kaca saat melihat kunjungan tak terduga dari pimpinannya.
Kehadiran A. Habibie disambut haru oleh Ibu Yeni. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapat perhatian seperti itu. “Saya senang dan terharu. Tidak menyangka beliau datang langsung. Terima kasih banyak atas perhatiannya,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, A. Habibie memberi semangat serta doa agar Ibu Yeni segera sembuh. Ia menyampaikan bahwa keberadaan petugas seperti Ibu Yeni sangat vital dalam menjaga kebersihan kota Bone.
“Kami sangat menghargai dedikasi beliau dan semua petugas lapangan. Mereka adalah bagian dari wajah kota yang sering kali luput dari perhatian, padahal jasanya besar,” ucap Habibie.
Ia juga menekankan bahwa perhatian terhadap pekerja lapangan merupakan bentuk apresiasi atas kerja nyata yang mereka lakukan setiap hari.
“Bagi kami, para penyapu jalan bukan hanya pegawai. Mereka adalah bagian dari keluarga DLH. Tanpa mereka, kota ini tidak bisa terjaga kebersihannya,” tambahnya.
Pekerja kebersihan seperti Ibu Yeni biasanya bekerja tanpa banyak disorot, baik dalam terik maupun hujan. Namun kontribusinya terhadap kenyamanan dan keindahan kota tak ternilai harganya.
DLH Bone berharap momen ini menjadi cermin bagi masyarakat untuk lebih menghargai para petugas kebersihan. Perjuangan mereka menjaga wajah kota layak mendapat dukungan dan perhatian.
“Kota Bone bisa tetap bersih dan sehat berkat kerja keras mereka,” tutup A. Habibie.
Cerita ini mengingatkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan bisa tumbuh dalam institusi pemerintahan—bukan dari seberapa tinggi jabatan, tapi dari kepekaan terhadap sesama, terutama mereka yang bekerja dalam senyap namun penuh dedikasi.(*)









