BONE,TRENDSULSEL– Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menerima audiensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bone di Rumah Jabatan Bupati Bone, Rabu (10/12/2025).
Audiensi tersebut dihadiri Ketua FKUB Bone Prof. Dr. H. Syarifuddin Latif bersama pengurus FKUB Bone. Turut hadir Kepala Kesbangpol Bone Andi Amran, Asisten I Setda Bone A. Muh. Yamin, serta Kabag Kesra Setda Bone H. Jemmy.
Dalam kesempatan itu, Pengurus FKUB Bone Muh. Alamsyah menyampaikan sejumlah program yang telah dan akan dilaksanakan FKUB. Ia menyebutkan, FKUB sebelumnya telah menyelenggarakan seminar nasional dengan menghadirkan putri dari KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta menggelar turnamen futsal lintas agama sebagai upaya memperkuat harmoni sosial.
“Kami ingin kembali menghadirkan kegiatan seminar internasional. Terima kasih kepada Bupati Bone atas perhatian dan dukungannya selama ini kepada FKUB,” ujarnya.
Alamsyah juga menegaskan komitmen FKUB dalam menjaga kerukunan, termasuk melalui Ikrar Bone Rukun sebagai respons atas insiden bom yang pernah terjadi di gereja Makassar.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyambut baik audiensi tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi FKUB dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen mewujudkan persatuan serta menghapus sekat mayoritas maupun minoritas.
“Pada prinsipnya tidak ada perbedaan. Tidak ada mayoritas dan minoritas. Kami membuktikan bahwa salah satu pejabat eselon II kami adalah non-muslim. Semua sama dalam visi Bone Berkeadilan,” ujar Bupati.
Ia juga mendukung program FKUB terkait kegiatan siraman rohani baik di instansi vertikal maupun perangkat daerah. Menurutnya, pembinaan mental dan spiritual sangat penting dalam memperkuat karakter aparatur.
“Kami ingin memberikan bekal agama kepada semua, baik muslim maupun non-muslim. Jika perlu dilakukan setiap tiga bulan. Jangan sampai kita unggul dalam pembangunan fisik, tetapi lemah dalam akhlak,” tegasnya.
Bupati turut meminta masukan dan dukungan FKUB dalam menjalankan roda pemerintahan, termasuk harapan adanya pertemuan rutin minimal empat kali dalam setahun.
“Kami membutuhkan dorongan agar bisa membawa Bone lebih baik. Kita ingin mewujudkan birokrasi berbasis nilai-nilai agama,” tutupnya.(al)













