BONE,TRENDSULSEL–Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM., meluncurkan buku muatan lokal Bahasa Daerah Bugis berjudul “Mattola Palallo” untuk jenjang SD/MI Kabupaten Bone tahun 2025. Acara peluncuran berlangsung di Ballroom Sentosa Novena Hotel dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Bone, Drs. A. Fajaruddin, MM., serta Ketua PGRI Bone, Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin menyampaikan rasa terima kasih atas lahirnya buku muatan lokal ini. Ia menyatakan bahwa buku tersebut merupakan wujud penyelesaian tugas yang baik dari Dinas Pendidikan Bone dan menjadi amal jariyah bagi para penulisnya.
“Kami bersyukur dapat bersama-sama meluncurkan buku hasil karya guru-guru di Bone yang tidak hanya menjadi acuan pembelajaran di kabupaten ini, tetapi juga dapat disalurkan ke daerah lain,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan yang berhasil melahirkan enam buku muatan lokal. Buku ini menjadi produk pertama di Bone dengan bahasa Bugis yang paling halus dan jelas dapat menjadi acuan dalam berbahasa Bugis.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai warisan budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Ia berharap bahasa daerah Bugis tidak hanya menjadi bahasa pelengkap, tetapi juga pondasi bagi generasi muda sehingga di mana pun mereka berada dapat berbahasa Bugis dengan baik.
Ia menambahkan, “Bukunya sangat menarik, kontekstual, dengan gambar yang jelas sehingga dapat meningkatkan minat baca siswa. Visual yang menarik memang sangat diperlukan agar murid semangat belajar.”
Lebih lanjut, Andi Akmal menyebutkan bahwa Bone merupakan daerah dengan sumber daya manusia terbesar, sehingga wajib mencetak SDM berkualitas guna menyongsong Indonesia emas dan masa depan Bone yang lebih baik.
“Saya berharap pengabdian yang kita berikan kepada negara dilakukan dengan penuh keikhlasan agar dapat melahirkan anak-anak yang berkualitas dan cerdas, termasuk dalam pendidikan karakter,” tutupnya.
Wakil Bupati juga mengucapkan selamat kepada jajaran Dinas Pendidikan Bone, guru, dan penulis yang telah berkolaborasi hingga lahirnya buku muatan lokal ini. Semoga karya ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, A. Fajaruddin, menyampaikan bahwa kehadiran Wakil Bupati dalam peluncuran buku muatan lokal pertama di Bone merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi semua pihak.
“Bagi saya, buku ini adalah karya terbaik yang lahir di penghujung masa pengabdian saya sebagai ASN sekaligus Kepala Dinas Pendidikan, menjelang purna tugas,” ujarnya.
Buku muatan lokal ini merupakan karya asli pertama yang dihasilkan oleh tim penyusun yang terdiri dari guru-guru dan kepala sekolah yang ahli dalam bahasa Bugis serta berperan sebagai pembina di sekolah masing-masing.
Dalam sejarah panjangnya, Dinas Pendidikan Bone berhasil menghasilkan karya terbaik berupa buku muatan lokal pertama di Bone bahkan di Sulawesi Selatan.
Penerbitan buku ini melalui proses dan tahapan yang panjang selama dua tahun, dimulai sejak 2023. Proses tersebut meliputi serangkaian kegiatan seperti workshop, pelatihan, hingga akhirnya peluncuran buku pada hari ini.
Pesanan dari berbagai daerah sudah banyak masuk sebelum acara peluncuran resmi dilaksanakan.
Buku ini terdiri dari enam jilid yang disusun untuk kelas 1 hingga kelas 6 SD/MI. Setiap bab dalam buku ini menggunakan metode pembelajaran yang menghadirkan empat elemen utama.
Elemen pertama adalah melatih murid berbahasa Bugis dengan kemampuan menyimak secara seksama. Elemen kedua melatih murid mengenal dan memahami bahasa Bugis melalui kegiatan membaca. Elemen ketiga mengasah kemampuan berbicara bahasa Bugis secara santun dengan pelafalan dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Elemen keempat adalah melatih keterampilan menulis.
Kelebihan buku ini terletak pada penggunaan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh murid. Selain itu, buku ini juga menarik perhatian karena adanya ilustrasi karikatur yang memperkaya tampilan visualnya. Di dalam buku juga diselipkan pesan-pesan leluhur yang mengandung filosofi moral Bugis, sehingga pendidikan karakter murid dapat tumbuh dan berkembang dengan identitas asli budaya Bugis.(al87)













