Bupati Bone Buka Festival Literasi 2026, Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Belajar dan Penggerak Ekonomi

Berita Utama164 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., membuka Festival Literasi (Feslit) Kabupaten Bone Tahun 2026 di Pelataran Perpustakaan Umum Daerah, Senin (26/10/2026).

Festival yang mengangkat tema “Literasi Mengakar, Bone Bertumbuh” tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini juga menghadirkan stan pameran dari perpustakaan desa dan perguruan tinggi se-Kabupaten Bone.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa perpustakaan harus dikembangkan sebagai ruang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar tempat penyimpanan buku atau lokasi kegiatan seremonial.

Menurutnya, perpustakaan memiliki fungsi yang luas, mulai dari tempat belajar, meneliti, berkarya, hingga meningkatkan keterampilan masyarakat.

“Perpustakaan itu tempat untuk belajar, meneliti, berkarya, dan bagaimana kita bisa meningkatkan keahlian,” kata Andi Asman Sulaiman.

Ia berharap, keberadaan Perpustakaan Umum Daerah dapat menjadi ruang publik yang terbuka bagi masyarakat untuk membaca, menulis, belajar, sekaligus mengembangkan aktivitas ekonomi.

Bupati juga mendorong agar kawasan perpustakaan menjadi pusat kegiatan masyarakat atau new epicentrum yang memadukan aktivitas literasi, olahraga, senam, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan kawasan tersebut untuk berbagai kegiatan produktif, termasuk berjualan sembari belajar dan meningkatkan pengetahuan.

Selain mendorong budaya membaca, Andi Asman Sulaiman juga menekankan pentingnya menghadirkan bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Ia menilai, literasi tidak hanya harus mengangkat kisah tokoh nasional atau pengusaha dunia, tetapi juga dapat bersumber dari pengalaman pengusaha lokal Bone yang berhasil membangun usaha.

Menurutnya, kisah perjalanan dan pengalaman para pelaku usaha lokal dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, membangun usaha, dan meraih kemandirian ekonomi.

Baca Juga :  Berkunjung Ke Makorem 141/TP, Pangdam Sebut “Tiga Bersaudara” Asal Bone Selalu Menggetarkan Sulsel,

Sementara Itu, Plt. Kepala Bidang Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, S.Sos., M.Si., mengatakan tema yang diangkat pada festival litetasi kali ini mengandung makna mendalam tentang pentingnya menjadikan literasi sebagai akar bagi kemajuan daerah.

Menurutnya, literasi perlu dikembangkan sebagai gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi Bone Maberré.

Ia menilai, penguatan literasi juga berperan dalam mewujudkan kemandirian masyarakat, terutama melalui kemampuan mengembangkan potensi diri dan meningkatkan perekonomian.

Melalui berbagai program literasi, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki minat baca yang tinggi, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.

“Minat baca diharapkan menjadi karya, sementara literasi yang bertumbuh harus menjadi kolaborasi sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, upaya pengembangan literasi tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk mewujudkan Kabupaten Bone yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Melalui Festival Literasi Kabupaten Bone 2026, pemerintah daerah berharap budaya membaca dan menulis semakin berkembang serta mampu mendorong lahirnya masyarakat yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *