Bupati Bone Kukuhkan Tim Terpadu P4GN di 27 Kecamatan, Tegaskan Narkoba Musuh Bersama

Berita Utama691 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. membuka Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone di Baruga Lateya Riduni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (27/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengukuhkan Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di 27 kecamatan se-Kabupaten Bone.

Rapat Forkopimda digelar untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban daerah sekaligus merespons berbagai isu strategis yang berkembang di Kabupaten Bone.

Bupati Bone menegaskan bahwa kolaborasi seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

Ia menyebutkan, selama satu tahun Pemerintahan BerAmal berjalan, berbagai capaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi mendapat apresiasi dari masyarakat. Hal itu juga tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan BerAmal yang mencapai 89,7 persen.

“Daerah yang aman dan kondusif akan menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi,” kata Andi Asman Sulaiman.

Terkait pengukuhan Tim Terpadu P4GN, Bupati menegaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat agar upaya pencegahan narkoba dilakukan hingga ke tingkat akar rumput.

“Hari ini kita lakukan atas permintaan masyarakat sehingga kita tindak lanjuti agar nantinya semua berperan aktif hingga ke akar rumput,” ujarnya.

Ia menegaskan Kabupaten Bone harus tetap dikenal sebagai lumbung pangan dan daerah yang melahirkan sumber daya manusia berkualitas, bukan menjadi sasaran peredaran narkotika.

“Kita komitmen bersama, Bone ini bukan hanya lumbung pangan, tetapi juga lumbung orang hebat. Yang harus kita jaga, jangan sampai menjadi lumbung narkotika. Ini adalah musuh bersama,” tegasnya.

Bupati mengungkapkan, hingga saat ini hampir 10 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bone telah diberhentikan karena terlibat penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, kondisi geografis Bone yang memiliki banyak akses masuk, termasuk wilayah pesisir, membutuhkan pengawasan lebih ketat dari seluruh pihak.

Ia juga mengapresiasi inisiatif masyarakat yang membentuk Forum Anti Narkoba Bone sebagai mitra pemerintah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.

Selain penindakan, Bupati mendorong pendekatan rehabilitatif melalui pemberdayaan mantan narapidana, khususnya kasus narkotika. Salah satunya dengan memanfaatkan program Kampung Produktif yang memiliki dukungan anggaran sekitar Rp1 miliar.

“Program ini dapat menjadi tempat pembinaan bagi mantan narapidana narkotika agar memiliki keterampilan dan pekerjaan, sehingga tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bone, A. Gunadil Ukra, mengatakan pembentukan Tim Terpadu P4GN merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Forum Bersama (Forbes) dalam rapat dengar pendapat umum yang difasilitasi DPRD Bone.

“Sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bone menindaklanjuti dengan pelaksanaan Peraturan Bupati tentang P4GN dan membentuk Tim Terpadu P4GN yang akan bekerja hingga di 27 kecamatan,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah isu strategis yang memerlukan perhatian bersama, di antaranya kewaspadaan terhadap afiliasi terorisme, antisipasi penyebaran paham radikal di Sulawesi, kelangkaan BBM bersubsidi dan LPG, potensi aksi unjuk rasa, dinamika ruang digital dan media daring, pertambangan ilegal, maraknya penggandaan BBM, penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga peredaran minuman keras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *