Bupati Bone Tegaskan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

 

BONE, TRENDSULSEL–Dinas Sosial dijadwalkan menyerahkan daftar resmi siswa yang akan menjadi peserta didik Sekolah Rakyat Bone Pada 17 Juli 2025 mendatang. Hal tersebut ditegaskan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman agar program ini tepat sasaran.

“Pemerintah daerah memastikan agar program ini tepat sasaran sesuai juknis dan juklak, agar keluarga program prasejahtera pemerintah daerah bone terselesaikan” Tegas Bupati Bone Andi Asman Sulaiman Rabu, 11/7/2025.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Sosial memastikan bahwa proses renovasi gedung Sekolah Rakyat yang berlokasi di area Balai Latihan Kerja (BLK) akan dimulai dalam pekan ini.

Renovasi tersebut merupakan langkah awal dari program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk anak-anak putus sekolah atau tidak sekolah (ATS) dari keluarga kurang mampu dan sangat miskin.

Kepala Dinas Sosial Bone, Andi Mappangara, menjelaskan bahwa dana untuk proyek ini bersumber dari Kementerian Sosial, mencakup biaya renovasi fisik dan penyediaan perlengkapan sekolah.

Menurutnya, total anggaran proyek mencapai lebih dari Rp2 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp1,8 miliar telah dicairkan untuk tahap pertama renovasi.

“Pengerjaan fisik dimulai pekan ini dan ditargetkan selesai dalam waktu tiga sampai empat minggu, karena siswa sudah harus mulai masuk di bulan Agustus,” ujar Andi Mappangara saat ditemui pada Selasa, 15 Juli 2025.

Renovasi meliputi perbaikan gedung kelas dan fasilitas asrama, serta pengadaan perabot seperti kursi, meja belajar, tempat tidur, dan perlengkapan lainnya.

Andi juga menekankan bahwa proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Sosial, bukan dari Pemkab Bone.

Sementara itu, pendaftaran siswa untuk jenjang SMP dan SMA telah melampaui daya tampung. Untuk jenjang SMA, dari 68 calon siswa, hanya 25 yang akan diterima. Sedangkan di tingkat SMP, dari 45 pendaftar, kuota juga hanya tersedia untuk 25 siswa.

Baca Juga :  Bupati Andi Asman Sulaiman Kembali Hidupkan Car Free Day di Bone

“Karena ini masih tahap rintisan, masing-masing jenjang hanya dibuka satu rombongan belajar. SD memiliki dua kelas, SMP dan SMA masing-masing satu kelas. Hanya SD yang belum memenuhi kuota, masih ada kekurangan tujuh siswa,” ungkapnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *