BONE,TRENDSULSEL–Kawasan Stadion Lapatau Bone perlahan menunjukkan wajah baru. Dinding yang sebelumnya terkesan polos dan kurang tertata kini tampil lebih menarik dengan sentuhan mural warna-warni yang menghadirkan nuansa kreatif di kawasan olahraga tersebut.
Perubahan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bone dalam menata ruang publik agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga, tetapi juga memiliki nilai estetika dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., meninjau langsung kawasan mural di Stadion Lapatau, Selasa (3/11/2026).
Penataan mural tersebut berawal dari ide Bupati Bone yang ingin mengubah kawasan yang sebelumnya terlihat kumuh menjadi ruang publik yang lebih menarik, nyaman, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat.
Di sela peninjauan, Andi Asman Sulaiman mengungkapkan bahwa kawasan Stadion Lapatau ke depan tidak hanya menjadi pusat kegiatan olahraga, tetapi juga diarahkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Bone.
Menurutnya, kawasan tersebut nantinya akan diramaikan dengan kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sehingga masyarakat dapat menikmati ruang olahraga sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan usaha.
“Kawasan ini nantinya akan dipenuhi UMKM. Jadi, bukan hanya menjadi kawasan olahraga, tetapi juga kita harapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Bone,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penataan kawasan tersebut akan terus dikembangkan secara bertahap. Sejumlah fasilitas penunjang juga direncanakan untuk ditambahkan, di antaranya toilet umum dan taman agar masyarakat semakin nyaman beraktivitas.
Menariknya, kreasi mural yang kini mempercantik kawasan Stadion Lapatau tersebut lahir dari kreativitas jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bone.
Bupati menegaskan, pengerjaan mural tersebut merupakan hasil kreasi dan kolaborasi OPD tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Ini murni kreasi dari OPD, tanpa biaya APBD. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan kemauan bersama, kita bisa menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Transformasi kawasan Stadion Lapatau ini menjadi gambaran bahwa penataan ruang publik tidak selalu harus dimulai dengan anggaran besar. Melalui ide, kreativitas, dan kolaborasi, kawasan yang sebelumnya kurang terawat dapat disulap menjadi ruang yang lebih hidup.
Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi salah satu ruang berkumpul masyarakat Bone, tempat berolahraga, menikmati suasana, sekaligus mendukung tumbuhnya usaha lokal.










