TRENDSULSEL–Salam peternakan, salam cinta dari ujung kandang — bukan sekedar slogan, tapi semangat yang terus digaungkan oleh kader HMJ Ilmu Peternakan. Ungkapan ini mengandung makna mendalam: dunia peternakan bukan hanya tentang bekerja di lingkungan yang kotor, tetapi merupakan pilar penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Jargon ini menjadi sumber kebanggaan mahasiswa peternakan di seluruh penjuru Indonesia.
Pada Kamis, 16 Oktober 2025, HMJ Ilmu Peternakan UIN Alauddin Makassar memperingati Hari Pangan Internasional dengan aksi sosial nyata. Mereka melaksanakan kegiatan berbagi telur di Panti Asuhan Wahyu Ilahi yang beralamat di Jl. Andi Mappaodang No.1 No.32, Parang, Kec. Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Farid Hamza, selaku Kepala Bidang Keagamaan HMJ, menyampaikan bahwa kegiatan ini mungkin terlihat sederhana karena hanya melibatkan pembagian bahan pangan, namun menyimpan pesan besar mengenai kepedulian, pemenuhan kebutuhan pangan, serta tanggung jawab sosial generasi muda.
Sementara itu, Jabal Nur Akbar, anggota bidang Keagamaan, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan berbagi materi, tetapi juga menumbuhkan empati dan kedekatan emosional kepada sesama yang membutuhkan.
Hari Pangan Internasional seharusnya tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi menjadi momen untuk merenung dan mengingatkan kembali pentingnya akses pangan yang adil dan merata. Meski dunia terus berkembang, masih banyak masyarakat yang kesulitan dalam hal pemenuhan gizi, bahkan untuk kebutuhan paling dasar sekalipun.
Telur yang dibagikan bukan hanya sekadar sumber protein hewani, tetapi menjadi lambang perhatian, harapan, dan komitmen mahasiswa peternakan terhadap permasalahan pangan nasional. Telur dipilih karena mudah diakses, bergizi, dan menjadi salah satu hasil nyata dari sektor peternakan yang esensial dalam mendukung ketahanan pangan bangsa.
Aksi ini mempertegas bahwa mahasiswa Jurusan Ilmu Peternakan UIN Alauddin Makassar tidak hanya memahami teori di bangku kuliah, tetapi juga menjalankan peran sebagai agen perubahan yang hadir langsung di tengah masyarakat, membawa nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas.
Di balik setiap butir telur yang diberikan, tersimpan pesan mendalam: pangan bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga soal pemerataan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. HMJ Ilmu Peternakan menunjukkan bahwa memperingati Hari Pangan Internasional tak selalu harus dengan kegiatan besar — aksi sederhana yang dilandasi ketulusan justru memiliki dampak yang jauh lebih berarti.
(*)








