BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menghadiri Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XV Wahdah Islamiyah Kabupaten Bone yang digelar di Baruga Lateya Ri Duni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Ahad (25/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bone sekaligus melepas Dai dan Imam Ramadan 1447 Hijriah/2026 M dari Santri Ibnu Qayyim Wahdah Islamiyah Bone. Selain itu, Bupati Bone menyerahkan bantuan uang pembinaan kepada puluhan dai dan imam ramadhan sebesar Rp20 juta dari dana pribadi.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Asman Sulaiman menyampaikan bahwa kegiatan musyawarah merupakan momentum penting untuk mengkaji sekaligus menjadi sarana refleksi kedepan.
“Hari ini kita bermusyawarah. Ini menjadi refleksi untuk ke depan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh organisasi dan wadah keagamaan agar terus memberikan tuntunan dan masukan kepada pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Saya minta seluruh wadah keagamaan untuk selalu menuntun kami dalam menjalankan pemerintahan. Kalau perlu, musyawarah ke depan dilaksanakan di sini saja,” kata Bupati.
Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun karakter dan integritas aparatur pemerintah. Ia menegaskan bahwa siraman rohani sangat dibutuhkan sebagai pengingat dalam menjalankan amanah.
“Saya selalu menyambut kegiatan keagamaan karena sangat penting bagi kehidupan dan dalam menjalankan pekerjaan. Ilmu agama menjadikan yang tidak benar menjadi benar,” tambahnya.
Terkait pembangunan daerah, Bupati menyebutkan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan.
“kita kurangi uang makan berlebih, belanja mobil dan motor dinas, atk yang berlebihan semua kembali untuk rakyat. Kami yakin dan percaya, apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Di akhir sambutan, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung seluruh kegiatan penguatan keagamaan tanpa membeda-bedakan.
“Pada prinsipnya, semua kegiatan penguatan keagamaan di Bone kami beri ruang. Kami tidak membeda-bedakan agama yang ada di Bone,” pungkasnya.(al)








