Investor dari Brebes Lirik Bone, 5.000 Hektare Lahan Jagung Disiapkan

Berita Utama309 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Potensi pertanian Kabupaten Bone kembali menarik perhatian investor dari luar daerah. PT Indonsaprima, perusahaan asal Brebes, Jawa Tengah, yang bergerak di bidang jagung, menyatakan minatnya untuk mengembangkan budidaya jagung dalam skala besar di Kabupaten Bone.

Investasi tersebut tidak hanya menyasar sektor budidaya. Perusahaan juga merencanakan pembangunan pabrik sebagai bagian dari pengembangan pertanian jagung yang akan dilakukan di Bone.

Rencana itu disampaikan Direktur Utama PT Indonsaprima, Joe Felix Johan, saat bertemu Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman di salah satu kafe di Jalan Makmur, Jumat (4/9/2026).

Joe mengatakan, pihaknya melihat Bone memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan komoditas jagung. Ketersediaan lahan dan peluang pengembangan pertanian menjadi alasan perusahaan mempertimbangkan Bone sebagai lokasi investasi.

“Rencananya kami akan membangun pertanian jagung di wilayah Kabupaten Bone dengan luas lahan 5.000 hektare berikut dengan pabrik,” kata Joe.

Ia menambahkan, potensi pertanian di Bone masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Menurutnya, daerah ini memiliki peluang untuk menjadi kawasan pertanian produktif dengan pengelolaan dalam skala yang lebih besar.

Minat investor tersebut mendapat respons positif dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Pemerintah Kabupaten Bone menyatakan terbuka terhadap investasi yang dapat mendorong pengembangan sektor pertanian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, Bone kedatangan investor yang melirik pertanian jagung untuk kawasan Bone. Tentunya ini akan berdampak positif dalam pergerakan dan peningkatan ekonomi kita,” ujar Andi Asman.

Bupati berharap investasi tersebut nantinya tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga mampu menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Bone.

Menurutnya, pengembangan lahan jagung yang terintegrasi dengan pembangunan pabrik dapat memperkuat ekosistem pertanian, termasuk membuka peluang bagi petani dalam meningkatkan produksi, memperkuat rantai pasok, hingga mendorong hilirisasi hasil pertanian.

Pemkab Bone terus mendorong optimalisasi berbagai potensi pertanian yang dimiliki daerah. Masuknya investasi di sektor tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Danrem 141/Toddopuli, Kepala Dinas Pertanian Bone, Camat Amali bersama Kepala BPP Pertanian Amali, Camat Ulaweng bersama Kepala BPP Pertanian Ulaweng, serta Camat Tellu Siattinge bersama Kepala BPP Pertanian Tellu Siattinge.

Rencana pengembangan jagung di lahan sekitar 5.000 hektare tersebut menjadi peluang baru bagi sektor pertanian Bone. Jika terealisasi, investasi itu berpotensi meningkatkan produksi jagung, memperkuat hilirisasi, sekaligus menciptakan pergerakan ekonomi baru di tengah masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *