Jajaki Pemanfaatan Aset Pemkab Bersama Investor, Wabup Bone Dorong Hidupnya Kembali Pabrik Rumput Laut Di Cenrana

Berita Utama362 Dilihat

 

BONE,TRENDSULSEL–Harapan baru bagi nelayan rumput laut di Kabupaten Bone mulai terbuka. Pemerintah Kabupaten Bone bersama investor menjajaki pemanfaatan kembali fasilitas pabrik rumput laut di Kecamatan Cenrana yang sempat terhenti operasionalnya.

Hal ini dibahas dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, bersama PT Arnawa Pesisir Hijau di ruang kerja Wakil Bupati Bone, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan tersebut menitikberatkan pada rencana pemanfaatan aset pabrik rumput laut di Cenrana yang sebelumnya dikelola perusahaan asal Jepang, namun berhenti beroperasi akibat berbagai kendala. Kini, aset tersebut telah sepenuhnya diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Bone.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone menyambut baik rencana investasi tersebut. Ia menilai langkah ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan rumput laut di Bone.

“Terima kasih atas kunjungan dan niat investasi di Bone. Ini pertemuan penting untuk memudahkan dan meningkatkan hasil panen nelayan rumput laut,” ujarnya.

Ia berharap ke depan nelayan tidak lagi harus menjual hasil panen jauh-jauh dengan biaya tinggi. Selain itu, kehadiran pabrik di daerah sendiri diharapkan mampu memberikan harga jual yang lebih baik dengan proses yang lebih cepat.

“Kualitas sangat menentukan harga. Kita ingin investor bisa menyambungkan kebutuhan pabrik dengan hasil panen nelayan. Harapan kami, nilai beli ke petani juga bisa lebih tinggi,” tambahnya.

Perwakilan PT Arnawa Pesisir Hijau, Reihan, mengungkapkan ketertarikan perusahaannya berinvestasi di Bone berawal dari peninjauan potensi rumput laut di wilayah Sulawesi Selatan.

“Awalnya kami ke Wajo melihat potensi rumput laut, karena fokus kami memang di sektor ini. Saat ini kami mengelola di hulu dan mulai mencoba investasi di hilir,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Bone Lantik 18 Kades PAW Dari 14 Kecamatan

Menurutnya, saat berkunjung ke Bone, pihaknya menemukan aset pabrik di Cenrana yang masih sangat potensial untuk dikembangkan kembali.

“Kami melihat pabrik ini masih sangat layak. Kemudian kami bawa pembahasan ini ke Jakarta dan berdiskusi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” katanya.

Ia menegaskan, investasi tersebut diharapkan mampu membantu nelayan lokal dengan memangkas biaya logistik serta mempercepat proses penjualan hasil panen, baik dalam kondisi basah maupun kering.

“Kami ingin petani tidak lagi harus menjemur rumput laut. Kami bisa langsung membeli dalam kondisi basah dengan harga yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone juga menyampaikan optimisme terhadap masuknya investasi di sektor pengolahan rumput laut, seiring dengan berkembangnya infrastruktur di Bone.

“Kami sangat senang jika di Bone hadir pabrik pengolahan. Apalagi saat ini sudah ada bandara dan ke depan akan hadir pelabuhan umum di Tonra yang akan membuka akses transportasi dan menarik investor,” jelasnya.

Ia menambahkan, potensi sumber daya alam Bone, termasuk rumput laut, sangat besar dan diyakini mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Potensi kita sangat besar, tentu ini akan membuka peluang kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” tutupnya.(Al87)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *