Jelang Ramadan, Bupati Bone Ajak Semua Pihak Jaga Pangan dan Keamanan Warga

Berita Utama426 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas dan menjaga stabilitas harga menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M.

Rakor tersebut digelar di Halte Pojok Kolaborasi, Area Lapangan Merdeka Bone, Jumat malam, 13 Februari 2026, dan dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran terkait.

Kepala Badan Kesbangpol Bone, A. Gunadil Ukra, dalam laporannya menyampaikan bahwa perkembangan daerah menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari peningkatan ketahanan pangan serta inflasi yang berada di angka 0,91 persen meski di tengah dinamika perekonomian, termasuk dari sektor UMKM dan lainnya.

Menurutnya, aktivitas perdagangan di sekitar Lapangan Merdeka turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM dan berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Bone.

Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan penerangan dinilai mampu mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif serta stabilitas daerah.

Dalam arahannya, Bupati Bone mengapresiasi gagasan Pojok Kolaborasi sebagai ruang diskusi dan interaksi lintas sektor. Ia menilai, ide dan harapan besar sering kali lahir dari perbincangan sederhana yang dibangun melalui komunikasi yang baik.

“Momentum rakor ini menjadi penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat tercukupi menjelang Ramadan dan Idulfitri, sekaligus memastikan kondisi keamanan tetap aman, tertib, dan damai,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengusulkan pembentukan kios pangan Tripika di setiap kecamatan sebagai sarana pendistribusian bahan pokok. Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan harga yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang lebih masif hingga ke tingkat kelurahan, desa, dusun, RW, dan RT. Menurutnya, masyarakat Bone selama ini menjunjung tinggi nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, namun kewaspadaan tetap perlu dijaga agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Selain itu, komunikasi antar unsur pimpinan seperti Tripika, Kacabjari, dan KUA juga diharapkan semakin ditingkatkan demi menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Bupati Bone turut menyoroti sejumlah laporan kebakaran yang menimpa warga. Ia berharap upaya pencegahan terus diperkuat, termasuk melalui dukungan terhadap instruksi Presiden terkait program gentenisasi yang dinilai dapat membantu mengurangi risiko kebakaran, khususnya pada rumah dengan instalasi kabel berdaya kecil yang rentan panas dan percikan api.

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama agar kejadian kebakaran dapat diminimalisir,” tegasnya.(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *