Kembali ke Almamater, Bupati Bone Hadiri Wisuda Sarjana dan Magister Uncapi

Berita Utama480 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Suasana Aula A. Azis Kampus Universitas Cahaya Prima Bone (Uncapi), Selasa (10/2/2026), terasa berbeda. Di tengah ratusan toga hitam dan senyum para wisudawan, hadir sosok yang bukan hanya tamu kehormatan, tetapi juga bagian dari sejarah kampus tersebut: Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.

Ia menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana dan Magister Uncapi Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini mengusung tema “Dengan Wisuda Sarjana dan Magister Kita Tingkatkan Inovasi sebagai Kunci Sukses di Era Digital”, sebuah pesan yang sejalan dengan semangat zaman dan harapan masa depan.

Sebanyak 222 wisudawan resmi dikukuhkan. Rinciannya, 180 orang lulusan sarjana dan 42 orang lulusan magister. menandai akhir perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian di tengah masyarakat.

Bagi Bupati Bone, momen ini terasa sangat personal. Ia merupakan alumni STIA Prima Bone yang kini bertransformasi menjadi Uncapi. Di hadapan civitas akademika dan para wisudawan, Ketua Yayasan Uncapi Bone, Prof. Dr. Dra. Hj. A. Cahaya, M.Si., secara resmi menobatkan Andi Asman Sulaiman sebagai Ketua Alumni STIA Prima dan Uncapi Bone.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan 222 orang wisuda. Ini patut kita syukuri dan banggakan,” ungkap Bupati Bone dengan nada haru dan penuh motivasi.

Ia pun berbagi kisah perjalanan hidupnya. Dari bangku STIA Prima, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Bupati Bone.

“Berkahnya luar biasa. STIA Prima bisa tonji jadi bupati, bisa tonji jadi kepala dinas,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Namun, ia menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah akhir segalanya. Menurutnya, wisuda bukan sekadar pengakuan formal, tetapi awal dari tanggung jawab moral dan emosional sebagai alumni.

“Hari ini kita perlu punya ikatan emosional dengan almamater. Jaga nama baiknya, banggakan kampus ini,” pesannya kepada para wisudawan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bone juga menceritakan pengalamannya saat mengikuti Diklatpim II tingkat nasional. Ia berhasil meraih peringkat terbaik pertama, mengungguli alumni dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Pernah juga alumni Uncapi juara nasional, bersaing dengan alumni UI, ITB, Trisakti. Tapi yang keluar sebagai juara adalah alumni Uncapi,” tuturnya dengan penuh kebanggaan.

Ia menutup pesannya dengan motivasi yang membumi: jangan takut salah, karena kesalahan adalah bagian dari proses menuju sukses. Wisuda, kata dia, adalah pintu masuk menuju fase implementasi nyata di masyarakat.

“Satu hal yang paling penting, jangan lupa berbakti kepada orang tua. Mereka yang selalu mendampingi sejak awal,” ucapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Bone turut memberikan hadiah kepada alumni S1 dan S2, khususnya para lulusan terbaik. Sebuah simbol dukungan dan harapan agar para alumni Uncapi terus berkontribusi, berinovasi, dan mengabdi untuk daerah dan bangsa.

Wisuda hari itu bukan sekadar seremoni. Ia menjadi pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan tentang mimpi yang dirawat di kampus kecil di Bone, lalu tumbuh besar di panggung pengabdian.

“Appunangi bicarae, Wappunnangi Jamangnge”. Silahkan anda bicara, saya yang bekerja tutup Bupati Bone.(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *