Komisioner KPU Bone Zainal Apresiasi Setahun BerAmal Pimpin Bone, Infrastruktur Menguat dan Ekonomi Diproyeksikan Tumbuh Pesat

Berita Utama323 Dilihat

BONE, TRENDSULSEL–Genap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman dan H. Andi Akmal Pasluddin (BerAmal), sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Pasangan ini dilantik di Istana Negara oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dalam kurun waktu satu tahun, pemerintahan BerAmal dinilai mampu menghadirkan sejumlah perubahan yang dirasakan langsung masyarakat. Perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah menjadi salah satu capaian yang paling menonjol.

Selain itu, pelaku UMKM disebut semakin mudah mengakses bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha.

Anggota KPU Bone, Zainal, turut menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah selama setahun terakhir.

“Kita akui, Pemerintahan BerAmal telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam pelayanan publik dan program-program pro-rakyat yang telah berjalan. Masih banyak harapan ke depan yang insya Allah bisa diwujudkan untuk Bone Maberre,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone diproyeksikan meningkat signifikan. Hal ini didorong oleh sejumlah faktor strategis, mulai dari rencana investasi besar hingga penguatan sektor unggulan daerah.
Salah satu investasi strategis tersebut adalah pembangunan pelabuhan umum oleh Tiran Nusantara Group di Desa Bone Pute, Kecamatan Tonra, dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun. Kehadiran pelabuhan ini diharapkan menjadi pusat logistik baru yang mendukung industri nikel sekaligus membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

Di sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), Pemerintah Kabupaten Bone terus menggencarkan bantuan sarana dan prasarana guna meningkatkan produktivitas serta daya saing pelaku usaha. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja dan memperkuat struktur ekonomi lokal.

Potensi sektor unggulan juga terus dioptimalkan. Bone dikenal sebagai salah satu pusat peternakan rakyat di kawasan timur, khususnya komoditas sapi dan ayam, serta menjadi daerah dengan produksi gabah dan beras tertinggi di Sulawesi Selatan.

Di bidang tata kelola, pemerintah daerah memperkuat komitmen terhadap digitalisasi melalui program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan transparan.

Meski demikian, tantangan inflasi tetap menjadi perhatian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Watampone pada awal 2026 sebesar 0,91 persen secara bulanan (m-to-m) dan 4,33 persen secara tahunan (y-on-y). Pemerintah daerah diharapkan terus menjaga stabilitas harga guna mempertahankan daya beli masyarakat.

Selain itu, Kabupaten Bone juga terpilih sebagai sampel dalam Sensus Ekonomi 2026, yang menegaskan posisi strategis daerah ini dalam peta perkembangan ekonomi regional.

Atas berbagai capaian tersebut, sejumlah elemen masyarakat menyampaikan apresiasi dan berharap kepemimpinan BerAmal terus menghadirkan terobosan demi kemajuan Kabupaten Bone.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *