Krisis BBM bersubsidi di Soppeng, Siapa? Yang Paling Bertanggung Jawab

Terbaru437 Dilihat

SOPPENG, TRENDSULSEL – BBM bersubsidi jenis Pertalite kini menjadi barang langka di Kabupaten Soppeng.

Bukan hanya di SPBU, di kios eceran pun sulit didapat. Kalaupun ada, harganya jauh di atas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu dan roda ekonomi kecil lumpuh. Pengendara ojek, petani, hingga pelaku UMKM paling merasakan dampaknya.

“Ini sudah tidak masuk akal. Di SPBU antre dari subuh tetap kosong. Di kios ada, tapi harganya bisa Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per liter. Itu jelas bukan harga subsidi lagi. Rakyat kecil yang paling dirugikan,” ujar warga, Selasa 24/8/2026.

Warga menduga kelangkaan ini bukan murni karena distribusi, melainkan karena adanya praktik penimbunan dan pengisian berulang oleh oknum tertentu.

“Setiap hari ada kendaraan yang keluar masuk SPBU sampai tiga kali. Bahkan kami menduga plat yang digunakan kemungkinan besar plat gantung untuk mengakali sistem Barcode BBM guna pengambilan dalam jumlah banyak. Kalau itu dibiarkan, wajar kalau di pasaran langka. Logikanya, barang yang harusnya untuk rakyat banyak malah dikuasai segelintir orang,” tegas warga.

Kelangkaan yang berlangsung berbulan-bulan membuat publik mempertanyakan peran Pertamina dan Aparat Penegak Hukum.

“Sudah berbulan-bulan begini. Pengawasan di SPBU seperti tidak ada. Penjualan di atas HET di kios juga dibiarkan. Ini terkesan ada pembiaran dari pihak Pertamina. Jangan sampai BBM subsidi ini sengaja dibuat langka,” kata warga.

Warga mendesak Kapolres dan Kasat Reskrim Soppeng yang baru untuk segera melakukan sidak terpadu bersama Pertamina dan Dinas Perdagangan.

“Turun ke SPBU, cek ke kios-kios, audit penyalurannya. Kami butuh kepastian hukum dan rasa adil. BBM subsidi adalah hak rakyat dan dijamin undang-undang, bukan komoditi untuk meraup keuntungan,” tutupnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Soppeng, Pertamina, dan Dinas Perdagangan Soppeng belum memberikan keterangan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *