Maddupa Gau Maraja 2026, Bupati Bone Ajak Generasi Muda Jaga Budaya Bugis

Berita Utama198 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Prosesi Maddupa Gau digelar sebagai rangkaian awal menyambut pelaksanaan event budaya Gau Maraja 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Bone, Sabtu (12/9/2026).

Prosesi tersebut berlangsung di Museum Lapawawoi, Kabupaten Bone, dan dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M.

Gau Maraja 2026 dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 25 hingga 30 September 2026 di Kabupaten Bone.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan, pelaksanaan kegiatan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Alhamdulillah, kita diberi kesehatan untuk mengikuti Maddupa Gau Maraja 2026 sekaligus memulai agenda budaya yang dipusatkan di Bone. Tentu kita bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana di Bone,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Ia berharap seluruh rangkaian Gau Maraja yang akan berlangsung pada 25 hingga 30 September 2026 dapat berjalan lancar dan sukses.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar menjalankan sebuah seremoni, tetapi merupakan amanah untuk menjaga warisan leluhur agar tetap diwariskan dari generasi ke generasi.

“Tadi telah kita saksikan kegiatan ini sebagai tuntutan kita diberi amanah untuk ikhlas melaksanakan budaya kita kembali dari zaman ke zaman,” katanya.

Andi Asman mengingatkan agar kekayaan budaya Bugis Bone tidak terkikis oleh perkembangan zaman dan modernisasi.

“Jangan sampai budaya kita sebagai Bugis Bone yang kaya akan budaya terkikis oleh zaman karena tergempur di zaman modern,” tegasnya.

Ia juga menilai penggunaan pakaian adat dalam prosesi tersebut menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana identitas budaya dapat terus diperkenalkan dan dipertahankan dalam kehidupan masyarakat.

Bupati menambahkan, momentum Maddupa Gau tidak hanya menjadi pembuka menuju event Gau Maraja 2026, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

“Momentum ini bukan hanya menyambut event besar, tetapi menumbuhkan kecintaan kita dalam melestarikan budaya,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda turut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Sebab, menurutnya, budaya merupakan nilai yang hidup dan menjadi bagian dari jati diri masyarakat.

“Budaya adalah nilai yang hidup. Utamanya generasi muda perlu memahami budaya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *