Orkestra Santri Al Ikhlas Ujung dan Paduan Suara Lintas Agama Kabupaten Bone Tampil di Puncak Hari Santri Nasional 2025

Berita Utama329 Dilihat

 

Jakarta,TRENDSULSEL–Suasana Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, berubah menjadi lautan harmoni dan keberagaman pada malam puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025. Panggung megah itu menjadi saksi penampilan istimewa Kelompok Orkestra Santri Pondok Pesantren Al ikhlas Ujung dan Paduan Suara Lintas Agama Kabupaten Bone, yang sukses memukau seluruh tamu undangan dengan kolaborasi musik dan vokal yang menggugah hati.

Di bawah arahan Dr. Sn. Ichsan, S.Pd., M.Sn, sang pembina sekaligus kreator di balik dua kelompok ini, para santri tampil penuh percaya diri, membawakan lagu-lagu bertema persatuan dan cinta tanah air. Kombinasi alat musik orkestra dengan suara merdu para penyanyi dari lintas agama menghadirkan nuansa kebangsaan yang begitu kuat—sebuah simbol harmoni dalam keberagaman Indonesia.

Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi luar biasa. Ia menyebut orkestra santri asal Bone ini sebagai satu-satunya di Indonesia yang seluruh personelnya merupakan para santri.

“Ini luar biasa. Orkestra Santri Bone adalah contoh nyata bahwa pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang kreativitas dan seni berkelas nasional,” ujar Menteri Agama dengan penuh bangga.

Diketahui, kelompok paduan suara lintas agama dan orkestra santri ini sebelumnya melakukan perjalanan dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menuju Jakarta setelah menerima undangan resmi dari Kementerian Agama RI untuk tampil pada malam puncak Hari Santri Nasional. Kehadiran mereka menjadi bentuk kontribusi nyata santri dalam memperkaya wajah seni dan budaya Indonesia.

Salah satu anggota paduan suara, Mufidah Iskandar yang akrab disapa Fida, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya dapat menjadi bagian dari sejarah tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan gembira bisa ikut dalam kelompok ini. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan. Bahkan kami bisa berangkat ke Jakarta tanpa mengeluarkan biaya pribadi, ini anugerah luar biasa,” tutur Fida dengan senyum Sumringah.

Bagi para santri dan anggota paduan suara lintas agama ini, tampil di hadapan pejabat tinggi negara dan disaksikan langsung masyarakat Indonesia merupakan pengalaman tak terlupakan. Lebih dari sekadar penampilan, kehadiran mereka menjadi pesan kuat tentang persaudaraan, toleransi, dan semangat kebangsaan yang tumbuh dari rahim pesantren.

Malam itu, tepuk tangan panjang mengiringi setiap nada yang mengalun. Di balik sorotan lampu panggung dan lantunan musik yang megah, tersimpan harapan agar semangat kolaborasi lintas iman dan kreativitas santri dapat terus hidup, menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed