Peduli Kesehatan Warga, Bupati Bone Buka Gerakan Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis

Berita Utama433 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., secara resmi membuka Gerakan Serentak Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelurahan Majang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Senin (13/7/2026).

Program tersebut merupakan inovasi nasional yang dilaksanakan serentak di kabupaten/kota seluruh Indonesia mulai Juli hingga November 2026. Di Kabupaten Bone, kegiatan akan menjangkau 229 desa dan kelurahan sebagai upaya mempercepat penemuan kasus TBC sekaligus memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa TBC bukanlah penyakit yang harus disembunyikan karena dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat.

“Saat ini TBC bukan lagi aib. Harus diobati. Penyakit ini menular dan sering kali dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Semua pemeriksaan hari ini gratis. Saya minta masyarakat yang terpapar jangan menyembunyikan penyakitnya karena pengobatannya juga tersedia secara gratis,” kata Andi Asman Sulaiman.

Bupati Bone menjelaskan bahwa TBC masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian di Indonesia. Menurutnya, penyakit tersebut bukan penyakit keturunan, melainkan sangat dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bone terus menggalakkan penerapan pola hidup sehat, termasuk membiasakan masyarakat berolahraga secara rutin serta mengurangi konsumsi makanan instan atau siap saji yang dinilai kurang memiliki kandungan gizi yang baik.

Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan tracing kontak erat merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan TBC sehingga diperlukan keterbukaan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, drg. Yusuf Tolo, mengatakan Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah prioritas karena merupakan penyumbang kasus TBC terbesar kedua di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar.

Baca Juga :  Seremoni Sederhana Peresmian Pangkalan Makodim 1407/Bone Kolaborasi TNI Dan Pemerintah Kabupaten

Berdasarkan estimasi tahun 2026, terdapat sekitar 4.400 kasus TBC di Bone. Namun hingga saat ini, baru ditemukan 914 kasus atau sekitar 21 persen dari target penemuan sebesar 90 persen, yakni 3.960 kasus.

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan program, sebanyak 22.900 warga akan mendapatkan layanan skrining TBC menggunakan mobile portable X-Ray serta pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis. Sasaran utama meliputi kontak serumah penderita TBC, kontak erat, penderita diabetes melitus, perokok, lanjut usia, penyandang HIV, serta masyarakat dengan kondisi gizi kurang.

Menurut Yusuf Tolo, Kabupaten Bone juga menjadi salah satu daerah penerima hibah portable X-Ray dari Kementerian Kesehatan dan menjadi kabupaten pertama yang memanfaatkan alat tersebut melalui dukungan dana swakelola Kementerian Kesehatan.

Selain menemukan kasus baru, program ini juga memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak serumah dan kontak erat yang belum menunjukkan gejala TBC, disertai penyuluhan dan edukasi mengenai pencegahan penyakit tersebut.

Ia juga melaporkan bahwa Kabupaten Bone telah membentuk 372 Desa Siaga TBC yang telah ditetapkan melalui surat keputusan kepala desa dan lurah dengan melibatkan 3.720 kader. Sebanyak 682 kader di seluruh desa dan kelurahan juga telah mendapatkan sosialisasi mengenai penanggulangan TBC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *