Perkuat Akses Pangan Sehat dan Terjangkau, Bupati Bone Resmikan Kios Tani dan Pangan Maberre

Berita Utama394 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., meresmikan Kios Tani dan Pangan Maberre yang dikelola Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Bone, berlokasi Di Kantor DPKH Bone, Jum’at 27 Februari 2026.

Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Selatan, Kepala Bulog Bone, sejumlah kepala OPD terkait, serta pengusaha pangan mitra DPKH.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Bone, drh. Agusriady, mengatakan peluncuran kios ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian, Gubernur Sulawesi Selatan, serta Bupati Bone dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Upaya ini kami lakukan untuk mengamankan dua hal, yakni menjamin produk pangan yang sehat serta memastikan pendistribusian tepat sasaran. Ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ruangan yang sebelumnya kosong kini menjadi ruang bersejarah bagi DPKH karena difungsikan untuk menyediakan pangan murah dan sehat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BPOM Sulsel, mengingat pengawasan peredaran obat hewan dan produk pangan menjadi salah satu perhatian DPKH.

Menurutnya, selain memperhatikan kandungan gizi, aspek keamanan dan kelayakan konsumsi produk juga menjadi prioritas.

Sementara itu, Bupati Andi Asman Sulaiman menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya Kios Tani dan Pangan Maberre. Ia menyebut kios tersebut menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, seperti telur ayam ras curah, ayam ras potong, telur itik asin, beras SPHP, Minyak Kita, pupuk organik padat dan cair, serta obat-obatan hewan.

“Semua ini untuk masyarakat. Kita hadir untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi misi BerAmal. Dengan adanya wadah ini, saya minta pengelola menjaga distribusi agar benar-benar sampai ke masyarakat, harga stabil, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Bupati juga meminta Dinas Peternakan membangun simpul-simpul distribusi di sektor ketahanan pangan, khususnya melalui penguatan kios yang dimiliki pemerintah daerah.

Ia menegaskan program ini merupakan bagian dari instruksi Presiden RI dan Menteri Pertanian agar pemerintah hadir hingga level paling bawah.

“Saya harap kios ini bisa bertahan. Jangan hanya membuat, tetapi tidak mampu menjaganya,” tambahnya.(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *