Pesta Rakyat Pesisir, Cara Tanete Riattang Timur Rayakan Kemerdekaan dengan Nuansa Berbeda

Berita Utama706 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur menyiapkan konsep baru dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun ini, semarak kemerdekaan akan dikemas melalui Pesta Rakyat Pesisir 2026, yang menghadirkan sejumlah kegiatan, termasuk karnaval dan gerak jalan indah.

Karnaval dan gerak jalan indah tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 11–12 Agustus 2026. Pemerintah kecamatan memperkirakan ribuan warga akan memadati sepanjang rute parade untuk menyaksikan berbagai penampilan peserta dari delapan kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie, mengatakan konsep perayaan tahun ini sengaja dibuat berbeda agar HUT Kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas, seni, budaya, serta semangat gotong royong.

“Tahun ini kami menghadirkan konsep Pesta Rakyat Pesisir. Ada banyak kegiatan perlombaan, tetapi yang paling istimewa adalah karnaval dan gerak jalan indah yang akan digelar pada 11 dan 12 Agustus 2026. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan suasana kemerdekaan yang meriah dan hidup,” kata Andi Habibie, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, karnaval tahun ini tidak sekadar menjadi parade biasa. Setiap peserta akan diberikan ruang untuk menampilkan ciri khas masing-masing melalui kostum, atribut, atraksi, kendaraan hias, maupun tema yang diangkat.
Sementara dalam gerak jalan indah, setiap kelompok peserta juga akan membawa yel-yel masing-masing sehingga suasana parade diprediksi semakin semarak.

“Setiap kelompok punya identitas sendiri. Ada kostum khas, ada atraksi, ada yel-yel. Itu yang membuat gerak jalan indah nanti lebih berwarna dan menarik ditonton masyarakat,” ujarnya.
Andi Habibie menjelaskan, Pesta Rakyat Pesisir 2026 merupakan inisiatif bersama Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur, masyarakat, serta berbagai asosiasi nelayan yang berada di wilayah pesisir kecamatan tersebut.

Keterlibatan para nelayan dinilai penting karena konsep kegiatan yang diusung memang ingin menonjolkan karakter dan potensi kawasan pesisir.

“Ini bukan kegiatan pemerintah semata. Masyarakat ikut terlibat, para nelayan juga ikut mendukung. Semangat kebersamaan dan gotong royong itu yang ingin kami tampilkan dalam perayaan kemerdekaan tahun ini,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan HUT RI dirancang agar dapat menyentuh seluruh wilayah di Kecamatan Tanete Riattang Timur. Dengan melibatkan delapan kelurahan, pemerintah kecamatan berharap kemeriahan perayaan dapat dirasakan secara lebih merata.

“Dengan delapan kelurahan ikut ambil bagian, masyarakat dari berbagai penjuru Bone bisa merasakan kemeriahan perayaan tanpa harus terpusat di ibu kota kabupaten. Setiap kelurahan diberi ruang untuk menampilkan identitas, potensi daerah, dan kreativitas warganya,” jelasnya.

Menurut Andi Habibie, konsep tersebut sekaligus menjadi ruang promosi bagi potensi lokal. Setiap kelurahan dapat memperkenalkan budaya, kerajinan, hasil perikanan, seni tradisional, hingga berbagai kekhasan wilayahnya kepada masyarakat luas.

“Kami ingin setiap kelurahan bangga menunjukkan apa yang dimiliki. Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga panggung untuk memperkenalkan potensi daerah,” tuturnya.

Karnaval sendiri selama ini menjadi salah satu agenda yang banyak diminati masyarakat Bone. Ribuan warga biasanya memadati sepanjang rute parade untuk menyaksikan beragam penampilan, mulai dari atraksi seni tradisional, tarian daerah, kostum unik, kendaraan hias, hingga pertunjukan yang mengangkat tema pembangunan, pendidikan, pertanian, budaya, dan kekayaan lokal.

Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur memperkirakan antusiasme masyarakat tahun ini akan semakin tinggi. Konsep Pesta Rakyat Pesisir dinilai menghadirkan nuansa baru dalam perayaan HUT Kemerdekaan di wilayah tersebut.
“Kami berharap warga datang beramai-ramai menyaksikan parade pada 11–12 Agustus nanti. Semakin banyak masyarakat yang hadir, semakin terasa semangat kemerdekaan dan kebersamaan kita,” ujarnya.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga pesisir. Kehadiran penonton dan pengunjung diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas pedagang kecil, pelaku UMKM, serta usaha masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

“Kalau ramai pengunjung, tentu pedagang kecil dan UMKM juga ikut merasakan manfaatnya. Jadi kegiatan ini tidak hanya meriah, tetapi juga diharapkan menggerakkan ekonomi warga,” kata Andi Habibie.

Ia menegaskan, pemerintah kecamatan bersama panitia terus melakukan persiapan, termasuk pengaturan pelaksanaan kegiatan agar seluruh rangkaian parade dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
“Kami ingin kegiatan berlangsung lancar, aman, dan tertib. Karena itu panitia terus melakukan persiapan bersama seluruh pihak yang terlibat,” katanya.

Menjelang pelaksanaan Pesta Rakyat Pesisir 2026, Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur mengajak seluruh masyarakat Bone untuk hadir dan ikut memeriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

“Ayo datang dan ramaikan Pesta Rakyat Pesisir 2026. Ajak keluarga, tetangga, dan teman-teman untuk menyaksikan langsung karnaval dan gerak jalan indah pada 11–12 Agustus 2026. Mari kita rayakan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan semangat persatuan, kreativitas, dan kebersamaan,” tutup Andi Habibie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *