Prestasi Putra Bone: Andi Amran Sulaiman, Nasaruddin Umar, dan Sjafrie Sjamsoeddin Diakui Publik, Menteri Terbaik Di Era Prabowo-Gibran

Berita Utama793 Dilihat

 

JAKARTA,TRENDSUSEL–Strategic and Political Insight Network (SPIN) merilis hasil survei nasional yang dilakukan pada 1–9 Oktober 2025, sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih. Dalam survei ini, tiga menteri asal Bone tercatat masuk dalam daftar berkinerja terbaik.

Penilaian terhadap para menteri maupun pejabat setingkat dibagi ke dalam tiga klaster. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, tercatat sebagai menteri dengan tingkat kepuasan tertinggi di klaster “baik”. Klaster ini mencakup para menteri yang dinilai publik mampu menjalankan program prioritas secara nyata dan komunikatif, serta menunjukkan kinerja solid dengan dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Abdul Mu’ti memperoleh tingkat kepuasan publik sebesar 67,5%. Di bawahnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapatkan 67,3%, kemudian Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto sebesar 66,9%, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin 66,5%, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar 66,1%.

Survei nasional yang dilakukan oleh SPIN ini melibatkan 1.600 responden di 38 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan margin of error sebesar ±2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Salah satu aspek yang dievaluasi dalam survei adalah kinerja para Menteri Koordinator dan pejabat setingkat. Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memperoleh penilaian kepuasan tertinggi di antara Menko lainnya, yaitu sebesar 24,4%.

Posisi berikutnya ditempati oleh Menko Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang mendapat 22,6 persen, serta Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dengan perolehan 21,2 persen.

Direktur Eksekutif SPIN, Mawardin Sidik, menjelaskan bahwa hasil survei tersebut mencerminkan penilaian publik terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran. Penilaian ini terutama ditujukan pada para Menteri Koordinator yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional di bidang pangan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Pertama tentu ini sejalan dengan banyaknya tugas dan peran yang didelegasikan kepada Menko Pangan oleh Presiden dalam pemerintahan ini,” ungkap Mawardin dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (16/10).

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat menilai Ketua Umum PAN tersebut mampu menjalankan amanah Presiden terkait stabilitas pangan nasional sepanjang tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Ia mampu mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian dengan baik dan menjaga stabilitas pangan tetap terkendali,” lanjutnya.

SPIN mencatat bahwa isu pangan menjadi salah satu perhatian utama masyarakat dalam satu tahun terakhir. Kinerja Zulhas dianggap paling nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam mengoptimalkan program presiden di bidang ketahanan pangan dan ekonomi desa, menjaga cadangan pangan yang stabil—bahkan tertinggi sepanjang sejarah—serta mempercepat program cetak sawah baru demi menjaga produksi pangan nasional.

Selain tiga besar tersebut, peringkat berikutnya diisi oleh Yusril Ihza Mahendra (9,9%), Airlangga Hartarto (7,2%), Pratikno (2,0%), dan Djamari Chaniago (1,1%). Sementara itu, sebanyak 11,7% responden memilih tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu.

“Satu tahun berjalan, publik mulai bisa menilai arah kebijakan kabinet Prabowo–Gibran. Para Menko menjadi figur penting dalam memastikan sinergi antarsektor berjalan efektif, terutama di bidang pangan dan ekonomi rakyat,” tutup Mawardin.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *