Saksikan Blood Moon! Gerhana Bulan Total Akan Terjadi Hari Ini di Seluruh Indonesia

News278 Dilihat

Trend, News– Langit Indonesia akan kembali dihiasi oleh fenomena astronomi yang menakjubkan, yaitu Gerhana Bulan Total pada malam 7 September 2025 hingga dini hari 8 September 2025.

Peristiwa ini sangat istimewa karena seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, bisa menyaksikannya dengan jelas. Saking istimewanya, fenomena ini sering dijuluki sebagai Blood Moon karena Bulan akan tampak berwarna merah darah yang dramatis.

Mengapa Bulan Berubah Menjadi Merah? 

Gerhana Bulan terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus. Saat itu, Bulan memasuki bayangan Bumi. Bayangan Bumi sendiri memiliki dua bagian: penumbra (bayangan samar) dan umbra (bayangan inti yang gelap).

Nah, ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan umbra Bumi, terjadilah gerhana bulan total. Namun, Bulan tidak lantas menjadi gelap gulita. Atmosfer Bumi membiaskan cahaya Matahari, terutama cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, yaitu warna merah dan oranye, yang kemudian dipantulkan ke permukaan Bulan. Inilah yang membuat Bulan tampak merah tembaga atau merah darah.

Jadwal dan Fase Gerhana Mulai 7 September 2025

Peristiwa gerhana ini akan berlangsung dalam beberapa fase yang dapat dinikmati secara bertahap. Berikut adalah rincian waktunya dalam Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT):

  Gerhana Penumbra Mulai:

  • WIB  : 22.26
  • WITA: 23.26
  • WIT  : 00.26

  Gerhana Sebagian Mulai:

  • WIB   : 23.26
  • WITA : 00.26
  • WIT   : 01.26

  Gerhana Total Mulai:

  • WIB: 00.30
  • WITA: 01.30
  •  WIT: 02.30

  Puncak Gerhana:

  •  WIB: 01.11
  •  WITA: 02.11
  •  WIT: 03.11

Gerhana Total Berakhir:

  •  WIB: 01.53
  •  WITA: 02.53
  •   WIT: 03.53

 Gerhana Sebagian Berakhir:

  •  WIB: 02.56
  •  WITA: 03.56
  •  WIT: 04.56

 Gerhana Penumbra Berakhir:

  •  WIB: 03.56
  •  WITA: 04.56
  •  WIT: 05.56

Durasi keseluruhan gerhana ini, dari awal hingga akhir, adalah sekitar 5 jam 26 menit, dengan fase totalitasnya sendiri yang membuat Bulan tampak merah berlangsung sekitar 1 jam 22 menit.

Cara Menyaksikan Gerhana Bulan Total

Untuk menikmati pemandangan ini, kita tidak memerlukan alat khusus. Gerhana bulan aman untuk diamati langsung dengan mata telanjang karena cahayanya tidak membahayakan.

Namun, jika ingin melihat detail permukaannya, penggunaan teropong atau teleskop kecil akan sangat membantu.

Carilah lokasi yang lapang dan minim polusi cahaya, seperti lapangan, area persawahan, atau pegunungan.

Hindari tempat yang banyak lampu kota agar pemandangan langit lebih jelas. Beberapa institusi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta planetarium juga mengadakan acara pengamatan bersama atau menyediakan live streaming bagi masyarakat yang ingin menyaksikannya dari rumah.

Peristiwa ini tak hanya menjadi tontonan yang indah, tapi juga pengingat akan keunikan alam semesta kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *