Sentuhan Kepedulian di Jalan Santai, Mentan AAS Borong Kerupuk hingga Beri Modal Usaha 20 Juta

Berita Utama1086 Dilihat

 

BONE,TRENDSULSEL–Suasana Lapangan Merdeka Bone, Ahad pagi (5/4/2026), terasa lebih semarak dari biasanya. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti jalan santai “Anti Mager” yang digelar dalam rangka Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 tahun 2026.

Di tengah keramaian itu, hadir sejumlah tokoh penting, mulai dari Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (AAS), Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, hingga Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama unsur Forkopimda.

Kegiatan yang awalnya sekadar ajang olahraga dan kebersamaan itu mendadak berubah menjadi momen penuh haru dan inspirasi. Perhatian ribuan peserta tertuju ke atas panggung saat Mentan AAS mengambil alih mikrofon.

Dengan gaya khasnya yang santai, ia memanggil beberapa peserta naik ke panggung. Salah satunya adalah seorang ibu penjual kerupuk yang tampak sederhana. Percakapan ringan pun terjadi, mengundang senyum dan tawa dari masyarakat yang menyaksikan.
“Berapa harga kerupuknya?” tanya Andi Amran.

“Sepuluh ribu, Puang,” jawab si ibu.
Namun, Amran justru menawar dengan harga lima ribu rupiah. Tanpa ragu, sang penjual mengiyakan. Momen sederhana itu kemudian dijadikan contoh oleh Andi Amran tentang karakter masyarakat Bone.

“Inilah contoh orang Bone. Walaupun dalam kondisi sederhana, masih mau berbagi dengan menurunkan harga jualannya,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.

Cerita tak berhenti di situ. Saat mengetahui ibu tersebut memiliki tujuh anak, suasana seketika berubah lebih hening. Tanpa banyak kata, Andi Amran langsung memutuskan memborong seluruh dagangan kerupuknya.

“Berapa semuanya?”
“Dua ratus ribu, Puang,” jawabnya pelan.

AAS pun langsung membayar lunas. Namun kejutan belum berakhir. Di hadapan ribuan peserta, ia kembali menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan tambahan modal usaha sebesar Rp20 juta kepada ibu tersebut.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Mallanca, Lomba Tradisional Meriahkan Jelang HJB ke-696

Sorak haru dan tepuk tangan pun menggema di Lapangan Merdeka. Wajah bahagia sang ibu menjadi gambaran nyata bahwa di balik kemeriahan acara, ada nilai kemanusiaan yang begitu kuat terasa.

Jalan santai “Anti Mager” ini bukan sekadar perayaan HJB ke-696, tetapi juga menjadi ruang berbagi, mempererat kebersamaan, serta menghadirkan kisah-kisah kecil yang menginspirasi banyak orang.(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *