Sopir Asal Toraja Aris Sanda Tewas Ditembak di Jalur Trans Papua, Mobilnya Dibakar

Berita Utama349 Dilihat

WAMENA,TRENDSULSEL–Aris Sanda, Seorang sopir asal Toraja dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama Derakma yang dipimpin Egianus Kogoya, Selasa (15/9/2026).

Peristiwa penembakan tersebut terjadi ketika Aris Sanda tengah mengangkut sejumlah penumpang dari Wamena menuju Mbua. Insiden disebut berlangsung di kawasan tanjakan Gunung Boy.

Kabar meninggalnya Aris Sanda kemudian ramai disampaikan melalui media sosial. Saat kejadian, korban diketahui membawa beberapa penumpang, di antaranya Pendeta TH (38), Ns (23), Ps (32), Se (26), Yt (18), Gr (11), Sa (13), serta Di dan Si.

Para penumpang disebut mendapat perintah untuk meninggalkan kendaraan dan berjalan menuju arah Napua. Sebagian di antaranya kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa ojek.

Dalam proses tersebut, para penumpang dilaporkan mengalami intimidasi. Mereka bahkan mendapat ancaman akan ditembak atau dipotong apabila tidak menuruti perintah kelompok bersenjata.

Penumpang yang merupakan warga lokal akhirnya dilepaskan setelah mendapat intimidasi. Sementara Aris Sanda, yang merupakan warga pendatang asal Toraja, masih ditahan oleh kelompok tersebut.

Sebelum nyawanya dihabisi, Aris disebut diminta membuat pernyataan dukungan terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM). Setelah permintaan itu dilakukan, korban kemudian ditembak hingga meninggal dunia.
Kendaraan yang digunakan korban juga dibakar oleh kelompok bersenjata tersebut disadur dari zona merah.

Keterangan TPNPB-OPM
Versi lain mengenai insiden tersebut disampaikan juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM, Sebby Sambom. Salah satu foto yang disebut diedarkannya kepada koresponden memperlihatkan kendaraan berwarna merah dengan door visor pada bagian bingkai pintu yang bertuliskan “Triton”. Hal tersebut mengindikasikan kendaraan korban kemungkinan merupakan Mitsubishi Triton.

Dalam foto tersebut, korban terlihat berada di posisi kursi pengemudi dengan sebagian kepalanya berada di luar jendela. Darah tampak mengalir dari bagian kepala hingga mengenai pintu serta gagang kendaraan.

Baca Juga :  Diduga Terlibat Sengketa Lahan, Empat Warga Datangi Pasar Taretta dengan Parang

Foto tersebut tidak memperlihatkan bekas tembakan pada kaca maupun bodi kendaraan di bagian kanan. Kaca pintu pengemudi dan kaca belakang juga terlihat dalam keadaan terbuka, sehingga bagian jok kendaraan yang berwarna merah dapat terlihat.

Sebby Sambom dalam keterangan tertulisnya menyebut penembakan dilakukan oleh anggota TPNPB Kodap III/Ndugama-Derakma di bawah pimpinan Egianus Kogoya.

Sambom menyatakan kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Ia juga menuding korban sebagai agen militer Indonesia yang menyamar sebagai sopir taksi.

“Penembakan berlangsung di jalur Trans Papua, oleh pasukan Kodap III/Ndugama-Derakma pimpinan Brigjen Egianus Kogeya. Korban adalah agen militer Indonesia yang menyamar sebagai sopir taksi. Kami bertanggungjawab atas penembakan itu,” kata Sambom.

Sambom juga menyampaikan seruan kepada warga yang bukan Orang Asli Papua (OAP) dan tinggal di wilayah Papua untuk meninggalkan wilayah tersebut. Ia menyebut kelompoknya mengategorikan warga di luar OAP sebagai imigran dan memperingatkan mereka agar tidak menjadi sasaran kombatan OPM.

Selain itu, TPNPB-OPM melalui Sambom meminta OAP tidak terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan pemerintah Indonesia. Pernyataan tersebut juga mencakup warga OAP yang bertugas sebagai anggota TNI maupun Polri.

Sambom bahkan menyatakan bahwa anggota TNI dan Polri dari kalangan OAP tetap akan menjadi sasaran apabila dianggap terlibat dalam aktivitas yang mendukung pemerintah Indonesia.

“Kami tegaskan, agar orang asli Papua untuk tidak ikut terlibat dalam proses evakuasi korban penembakan. Tidak terkecuali, apakah TNI maupun Polri, jika terdeteksi maka kami tetap eksekusi mati,” tutur Sambom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *