Terima Rombongan Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unhas Di Bone, Bupati Andi Asman Sulaiman Harap Manfaat Nyata Jawab Kebutuhan Masyarakat

Berita Utama984 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Pemerintah Kabupaten Bone menerima audiensi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam rangka pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, Jumat (13/2/2026), di Rumah Jabatan Bupati Bone.

Pertemuan tersebut menandai penguatan kerja sama antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah untuk menekan angka stunting.

Rombongan dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Aidah Juliati A. Baso, Sp.A(K), Sp.GK. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, persoalan stunting masih menjadi tantangan sehingga diperlukan pengecekan langsung di lapangan. Tim akan melakukan pengukuran ulang guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya.

“Tidak semua anak bertubuh pendek masuk kategori stunting. Ada faktor genetik yang turut memengaruhi. Karena itu, perlu evaluasi agar tidak terjadi kesalahan penilaian,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, departemen tersebut akan menggelar tiga agenda utama pada 17–18 April 2026, yakni bakti sosial pemeriksaan kesehatan anak, workshop, dan simposium stunting.

Kegiatan akan melibatkan dosen dan dokter spesialis anak serta menyasar wilayah dengan prevalensi stunting cukup tinggi melalui Puskesmas setempat.

Selain pemeriksaan, tim juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelatihan bagi kader Posyandu, bidan, serta tenaga kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan ketepatan penanganan stunting di tingkat lapangan.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa isu gizi dan kesehatan anak menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Kami berharap ada rekomendasi konkret yang bisa menjadi dasar kebijakan, terutama terkait pola asuh dan pola hidup masyarakat,” ujarnya.

Bupati menambahkan, pemerintah daerah terbuka terhadap kajian akademik sebagai landasan penyusunan program yang tepat sasaran. Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah dinilai penting untuk mempercepat penurunan stunting.

Ia juga mengingatkan agar kehadiran tenaga medis dan akademisi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. “Kita ingin manfaatnya nyata, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Selain fokus pada balita, Bupati menekankan bahwa intervensi kesehatan harus mencakup seluruh rentang usia anak, mulai 0 hingga 18 tahun. Edukasi mengenai pola makan, kesehatan mental, hingga dampak penggunaan gawai perlu digencarkan.

Sebagai bentuk inovasi berbasis masyarakat, Pemkab Bone turut mendorong program Lomba Lorong Bugis (Bunga dan Gizi) untuk memperkuat pemenuhan gizi keluarga. Program tersebut diharapkan mampu menjadi gerakan bersama dalam memanfaatkan potensi lokal demi menekan angka stunting di daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *