Bupati Bone Antar Putrinya Masuk Asrama Athirah, Tegaskan Pendidikan Investasi Terbaik untuk Masa Depan

Berita Utama607 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menunjukkan sisi humanisnya sebagai seorang ayah. Sabtu (11/7/2026), ia bersama sang istri, Hj. Maryam Andi Asman, mengantar putri mereka, Andi Tri Suci Caesara Putri AS, memulai pendidikan di SMP-SMA Islam Athirah Bone.

 

Sejak pagi, Bupati Andi Asman mendampingi putrinya memasuki lingkungan sekolah hingga mengantarkannya ke kamar asrama yang akan menjadi tempat tinggal selama menempuh pendidikan. Momen sederhana tersebut menggambarkan peran seorang kepala daerah yang sejenak meninggalkan kesibukan pemerintahan untuk mendampingi buah hatinya memulai babak baru dalam kehidupan.

Di sela kegiatan itu, Bupati Bone menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Menurutnya, memilih lingkungan pendidikan yang berkualitas merupakan bagian dari ikhtiar mempersiapkan generasi yang unggul di masa depan.
“Sebagai orang tua, tentu kami ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak. SMA Islam Athirah Bone adalah sekolah yang memiliki kualitas sangat baik dan sudah dikenal secara nasional. Kami berharap anak kami dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Ia menilai pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta nilai-nilai moral yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Pilihan keluarga Bupati Bone kepada SMP-SMA Islam Athirah Bone didasarkan pada reputasi sekolah tersebut sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Sulawesi Selatan. Dengan sistem boarding school, Athirah dikenal mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan karakter, kepemimpinan, kemandirian, serta penguatan nilai-nilai keislaman.

Selain itu, keberagaman peserta didik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, termasuk Malaysia, dinilai menjadi lingkungan belajar yang mampu memperluas wawasan, memperkaya pengalaman sosial, serta membentuk karakter peserta didik agar siap menghadapi kehidupan di masa mendatang.

Baca Juga :  Apresiasi Kinerja Polisi Tangkap Begal, Bupati Bone Beri Hadiah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *