Bupati Bone Buka Sosialisasi Sekolah Rakyat, Target Rekrut 270 Peserta Didik Tahun Depan

Berita Utama374 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman membuka Sosialisasi Penjangkauan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat Kabupaten Bone Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung PKK Bone, Senin (25/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp230 miliar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Bone.

Bupati Bone juga menyampaikan bahwa setelah melakukan kunjungan langsung, dirinya melihat peserta didik Sekolah Rakyat sudah tepat sasaran.

Meski demikian, pemerintah daerah ingin memastikan program tersebut terus berjalan berkelanjutan dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kita harapkan masyarakat miskin ekstrem semua bisa terjangkau,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun depan pemerintah menargetkan merekrut sebanyak 270 peserta didik baru untuk bergabung di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, seluruh peserta didik yang diterima nantinya harus benar-benar sesuai standar dan berasal dari keluarga yang layak menerima bantuan, mengingat fasilitas pendidikan yang disediakan cukup lengkap dan seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah.

“Tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah karena semuanya sudah serba gratis,” tegasnya.

Bupati juga mengungkapkan perjuangan menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone bukan hal mudah. Bahkan dirinya beberapa kali melakukan komunikasi langsung dengan pemerintah pusat demi memperjuangkan program tersebut.“Perjuangan untuk Sekolah Rakyat ini tidak mudah. Saya empat kali ketemu Sekjen dan satu kali ketemu Menteri demi memperjuangkan Sekolah Rakyat ini,”.

Ke depan, Pemkab Bone juga mendorong agar data keluarga penerima manfaat dapat terintegrasi dalam satu pintu data permanen yang dikelola pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bone bakal membentuk tim verifikasi, yakni didalamnya, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, camat, lurah hingga kepala desa untuk aktif membantu pendataan warga yang layak mengikuti program Sekolah Rakyat.

Baca Juga :  Bupati Bone target zero sampah wujudkan programnas

“Saya harapkan kepala desa dan lurah membantu mendata warga yang berhak bergabung di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bone yang selama ini dikenal mampu berkiprah di tingkat nasional.

“Bone terkenal dengan sumber daya manusianya yang selalu hadir di kabinet maupun menjabat di luar daerah. Itu yang harus kita jaga sehingga pendidikan sangat penting,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, H.Jemmy dalam laporannya,  menjelaskan mekanisme penjaringan calon peserta didik berbasis data sosial ekonomi. Sekolah Rakyat lanjutnya, harus benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama masyarakat di pelosok desa.

Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan dalam proses penjaringan calon peserta didik agar program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Koordinasi lintas sektor lanjutnya, menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut, terutama dalam proses validasi data masyarakat miskin ekstrem dan keluarga kurang mampu di seluruh wilayah Kabupaten Bone.

“Program ini sangat baik karena menyentuh langsung masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pendidikan. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan transparan, tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *