Bupati Bone Dorong Penguatan SDM dan Bahasa dalam Seminar Pendidikan PBSI Mengabdi 2026

Berita Utama417 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., membuka Seminar Pendidikan yang digelar Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dalam rangka PBSI Mengabdi 2026, di Aula Lamellong, Dinas Pendidikan Bone, Kamis (30/4/2026).

 

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengukuhkan Ekosistem Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Berkemajuan dan Berdampak di Bumi Arung Palakka” Oleh Hima Prodi PBSI Universitas Negeri Makassar (UNM).

 

Dalam acara ini, Bupati Bone hadir sebagai pembicara kunci, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., sebagai narasumber.

 

Dalam sambutannya, Bupati Bone menekankan pentingnya kesiapan waktu dan materi dalam proses pembelajaran, khususnya bagi mahasiswa sebagai generasi penerus. Ia juga mendorong agar dunia pendidikan turut berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Pemerintah daerah saat ini gencar mendorong pertumbuhan ekonomi agar derajat kesejahteraan masyarakat meningkat. Karena itu, semua elemen, termasuk mahasiswa, harus ikut berperan,” ujarnya.

 

Ia menyebut Kabupaten Bone sebagai daerah yang telah melahirkan banyak tokoh nasional, mulai dari era Jenderal M. Yusuf hingga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, serta sejumlah tokoh lainnya yang berkiprah di tingkat nasional. seperti, A. Sjafrie Samsoeddin Menteri Pertahanan, Nasaruddin Umar Menteri Agama Hingga A. Amran Sulaiman Menteri Pertanian.

 

Menurutnya, capaian tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam penguasaan bahasa dan komunikasi.

 

“Bahasa adalah konsumsi kita setiap hari. Jika komunikasi tidak berjalan baik, maka banyak hal tidak akan terselesaikan dengan baik,” jelasnya.

 

Bupati juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa PBSI yang dinilainya memiliki semangat dan upaya kuat dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

 

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bugis seperti getteng (teguh), lempu (jujur), ada tongeng (berkata benar), dan temmappasilaingeng (tidak membeda-bedakan).

 

Di akhir sambutannya, Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan ke depannya, serta mendorong komitmen bersama dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar, serta penguatan sastra dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Semoga ke depan kegiatan ini bisa lebih paripurna, sehingga bahasa dan sastra dapat terus kita laksanakan dan kembangkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.(al87)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *