Di Balik Semarak HUT RI ke-81, Ada Mereka yang Bekerja Saat Kota Terlelap

Berita Utama777 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Ketika suasana Kota Bone mulai dipenuhi ornamen merah putih dan cahaya lampu kemerdekaan, perhatian masyarakat biasanya tertuju pada kemeriahan yang terlihat di depan mata.

Namun, ada orang-orang yang justru bekerja ketika sebagian besar warga masih terlelap.

Mereka adalah orang-orang di balik panggung perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Tak banyak disorot, tetapi perannya menjadi bagian penting dari wajah kemeriahan kota.

Di balik semaraknya berbagai kegiatan kemerdekaan di Kabupaten Bone, ada tim dari Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bone yang mendapat tugas mempersiapkan berbagai kebutuhan, termasuk mendekorasi sejumlah sudut kota dengan ornamen bernuansa kemerdekaan.

Sejak pagi, pekerjaan dimulai. Memasang ornamen, menata dekorasi, hingga memastikan lampu-lampu kemerdekaan terpasang di berbagai sudut kota menjadi rutinitas yang harus diselesaikan.

Tak jarang, pekerjaan itu berlangsung hingga malam, bahkan kembali berlanjut ketika pagi menjelang.

Lelah tentu ada. Namun, mereka tetap bekerja karena menyadari ada wajah Kabupaten Bone yang harus dipersiapkan untuk menyambut hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Bagi masyarakat, ornamen merah putih dan lampu-lampu yang menghiasi kota mungkin hanya terlihat sebagai bagian dari kemeriahan. Tetapi bagi mereka yang memasangnya, setiap lampu dan dekorasi memiliki cerita tentang kerja keras dan pengabdian.

Mereka bekerja tanpa banyak sorotan kamera. Tidak berada di atas panggung. Tidak pula menjadi pusat perhatian ketika pesta kemerdekaan berlangsung.

Tetapi tanpa mereka, suasana kemerdekaan yang dinikmati masyarakat tidak akan hadir dengan cara yang sama.

Di tengah semarak HUT ke-81 RI, kisah mereka menjadi pengingat bahwa sebuah perayaan besar tidak hanya dibangun begitu saja, tetapi oleh orang-orang yang bekerja diam-diam di belakangnya.

Semoga setiap lelah yang mereka rasakan menjadi bagian dari pengabdian.
Semoga lelahnya menjadi ibadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *