Kisah Bupati Bone Hadir di Wisuda Uncapi, Lunasi Utang Mahasiswa Asal Bontocani dan Apresiasi 75 juta Lulusan Berprestasi

Berita Utama1083 Dilihat

 

BONE, TRENDSULSEL–Di tengah prosesi Wisuda Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026 itu, hadir sosok yang tak asing bagi civitas akademika Uncapi, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.

Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan seremonial.

Bagi Andi Asman, Uncapi adalah bagian dari perjalanan hidupnya. Ia merupakan alumni STIA Prima Bone, yang kini berkembang menjadi Universitas Cahaya Prima. Hari itu, ia kembali ke kampus sebagai kepala daerah, sekaligus sebagai alumni yang ingin memberi inspirasi dan harapan.

Sebanyak 222 wisudawan terdiri dari 180 lulusan sarjana dan 42 lulusan magister resmi menyandang gelar akademik dengan tema wisuda “Dengan Wisuda Sarjana dan Magister Kita Tingkatkan Inovasi sebagai Kunci Sukses di Era Digital”.

Dalam momen tersebut, Ketua Yayasan Uncapi Bone, Prof. Dr. Dra. Hj. A. Cahaya, M.Si., secara resmi menobatkan Andi Asman Sulaiman sebagai Ketua Alumni STIA Prima dan Uncapi Bone.

Penobatan itu terasa istimewa sebuah simbol bahwa perjalanan seorang mahasiswa bisa berujung pada pengabdian yang lebih luas bagi daerahnya.

Di hadapan para wisudawan, Bupati Bone menyampaikan pesan yang sederhana namun membekas. Ia mengajak para lulusan untuk tidak takut gagal dan tidak cepat puas dengan gelar akademik yang diraih.“Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar. Jangan berhenti belajar meski telah lulus.Setelah ini adalah tahap implementasi, bagaimana ilmu yang dimiliki memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya selasa (10/2/2026).

Ia pun berbagi kisah pengalamannya saat mengikuti Diklatpim II tingkat nasional, di mana ia berhasil meraih peringkat terbaik pertama, bersaing dengan alumni perguruan tinggi ternama dari seluruh Indonesia.

Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa alumni Uncapi memiliki kapasitas dan daya saing yang tidak kalah di level nasional, selama terus menjaga integritas dan semangat belajar.

Momen paling menyentuh terjadi ketika Bupati Bone menyerahkan bantuan pribadi berupa pelunasan utang pendidikan mahasiswa kurang mampu senilai Rp17 juta kepada Akbar, mahasiswa asal Bontocani. Tak berhenti di situ, ia juga memberikan penghargaan dan hadiah kepada lulusan terbaik S1 dan S2, alumni berprestasi, serta mahasiswa kurang mampu dengan total nilai mencapai Rp75 juta seluruhnya berasal dari dana pribadinya.

Bupati Bone kemudian menyapa Akbar dan bertanya dengan nada hangat,“Hadiah yang saya berikan ini rencananya mau digunakan untuk apa?”

Dengan suara lirih namun jujur, Akbar menjawab,“Untuk bayar utang, Puang.”Pertanyaan itu membuat Bupati Andi Asman Sulaiman terdiam sejenak. Ia tampak terkejut.“Utang apa?” tanyanya.

Akbar pun menjelaskan,
“Saya salah satu mahasiswa penerima beasiswa, Puang. Tapi karena beberapa kendala, sejak semester sembilan saya tidak lagi menerima bantuan. Untuk bisa bertahan sampai di titik ini, saya harus berutang menutupi biaya kuliah.”

Mendengar penjelasan tersebut, Bupati Bone langsung merespons dengan tegas namun penuh empati.“Di luar hadiah ini karena kamu berprestasi, utangmu saya lunasi,” ucapnya.

Tepuk tangan panjang dan mata berkaca-kaca mewarnai momen tersebut. Bagi sebagian wisudawan, bantuan itu bukan hanya soal angka, melainkan bentuk perhatian dan kepedulian yang memberi semangat baru untuk melangkah ke masa depan.

Menutup sambutannya, Andi Asman Sulaiman mengajak seluruh civitas akademika Uncapi untuk terus bersinergi mendukung program pemerintah daerah dan pusat, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Merah Putih, hingga pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone.

Hari itu, wisuda bukan sekadar seremoni akademik. Ia menjadi kisah tentang pulang, kepedulian, dan pesan sederhana bahwa keberhasilan sejati adalah ketika ilmu dan jabatan digunakan untuk memberi manfaat bagi sesama.(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *