Lima Tahun Bersama Bone, ICRAF Wariskan Pengetahuan untuk Generasi Mendatang

Berita Utama180 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Lima tahun mendampingi Kabupaten Bone menghadapi tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan, program Land4Lives resmi mengakhiri rangkaian kegiatannya di daerah tersebut.

Penutupan program yang didukung Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada itu berlangsung melalui Dialog Multipihak bertajuk “Land4Lives: Meneguhkan Komitmen Bersama untuk Lanskap Sehat dan Masyarakat Sejahtera” di Hotel Novena Watampone, Selasa (6/10/2026).

Momentum tersebut menjadi ajang refleksi atas berbagai pembelajaran yang dihasilkan selama program berjalan sekaligus menegaskan pentingnya keberlanjutan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan.

Direktur ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata, mengatakan perjalanan Land4Lives di Bone memberikan banyak pembelajaran mengenai pentingnya membangun ketangguhan masyarakat dari tingkat kebijakan hingga aksi di lapangan.

“Selama hampir lima tahun, kita belajar dan bekerja bersama untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Pengalaman di Bone menjadi pembelajaran penting tentang bagaimana perencanaan dan aksi di lapangan dapat berjalan secara bersama,” ujar Andree.

Menurutnya, dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dari perubahan musim, kemarau yang lebih panjang, perubahan pola bercocok tanam, hingga pengaruhnya terhadap hasil produksi masyarakat.

Karena itu, menurut Andree, pengelolaan bentang lahan secara sehat menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat.

“Bentang lahan yang sehat, mulai dari wilayah daratan hingga pesisir, menjadi salah satu kunci untuk membangun ketangguhan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, berakhirnya pendampingan bukan berarti pengetahuan dan pengalaman yang telah dibangun selama lima tahun ikut berhenti.

Justru, berbagai pembelajaran dari Bone diharapkan dapat menjadi bekal bagi pemerintah dan masyarakat untuk melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dikembangkan.

ICRAF Indonesia juga merangkum pengalaman pendampingan tersebut dalam sebuah dokumen bertajuk “Belajar dari Bone”.

Baca Juga :  Gandeng CIFOR-ICRAF Indonesia, Pemkab Bone Luncurkan Kurikulum Mulok Ketahanan Pangan

Dokumen itu diharapkan menjadi referensi bagi Bone maupun daerah lain dalam mengembangkan pembangunan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

“Yang kita kerjakan melalui Land4Lives tidak berhenti sebagai sebuah proyek, tetapi menjadi pengetahuan dan pembelajaran yang dapat terus dimanfaatkan,” tutur Andree.

Program Land4Lives sendiri telah bekerja bersama Pemerintah Kabupaten Bone sejak 2021.

Pendekatan yang dilakukan mencakup penguatan perencanaan pembangunan, lingkungan, ketahanan pangan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan perempuan dan kelompok masyarakat di tingkat tapak.

Perwakilan Global Affairs Canada, Hari Bazuki, menyebut capaian program tersebut merupakan hasil kerja bersama yang dibangun selama lima tahun.

Ia menyampaikan apresiasi kepada ICRAF Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bone, kelompok petani, dan seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan Land4Lives.
“Capaian hari ini merupakan hasil kerja sama selama lima tahun. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Land4Lives, Pemerintah Kabupaten Bone, seluruh mitra, dan terutama kelompok petani yang menjadi bagian penting dari pencapaian program ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., mengapresiasi kontribusi ICRAF Indonesia bersama Land4Lives selama berada di Bone.

Andi Akmal Pasluddin menyebut pendampingan selama lima tahun telah memberikan tambahan pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan serta perubahan iklim.

“Lima tahun tentu bukan waktu yang singkat. Kami merasa bersyukur sekaligus bangga karena Bone menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang mendapatkan pendampingan program ini,” ujarnya.

Ia berharap berbagai pengetahuan yang diperoleh selama program berlangsung dapat terus diterapkan setelah Land4Lives resmi berakhir.

Menurut Andi Akmal, keberlanjutan menjadi hal penting karena tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan akan semakin besar pada masa mendatang.

Baca Juga :  Kolaborasi Landscape Alliance Indonesia dan Pemkab Bone Dorong Pengelolaan Hutan yang Berkelanjutan

“Ilmu yang diberikan harus terus kita aplikasikan. Dalam perspektif Islam, ilmu yang bermanfaat adalah amal jariyah karena manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Andi Akmal Pasluddin juga menekankan bahwa pembangunan daerah harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kepentingan generasi mendatang.

“Perubahan iklim bukan lagi sesuatu yang hanya kita bicarakan, tetapi sudah kita rasakan dampaknya. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga harus mempertimbangkan kehidupan anak dan cucu kita di masa depan,” tegasnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bone akan terus membuka ruang kolaborasi, termasuk dalam penguatan pendidikan mengenai lingkungan dan ketahanan pangan sejak usia dini.

“Kita ingin Bone menjadi contoh bagaimana kepentingan ekonomi, lingkungan, dan keberlanjutan dapat berjalan seimbang. Anak-anak kita juga harus dipersiapkan sejak sekarang agar memahami pentingnya ketahanan pangan dan lingkungan,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut turut dilakukan penyerahan dokumen capaian Land4Lives kepada Pemerintah Kabupaten Bone.

Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah petani pelopor dan mitra yang dinilai berperan dalam pelaksanaan program.

Kegiatan kemudian diisi dengan paparan capaian dan dialog panel yang melibatkan Pokja Bentang Lahan, KPH Ulubila, petani pelopor, Dinas Pendidikan, serta Puspaga Bone.

Di lokasi kegiatan, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah produk hasil kelompok usaha tani dampingan, seperti gula aren, madu, minyak kelapa murni, hingga manisan kolang-kaling.

Bagi ICRAF Indonesia, penutupan Land4Lives di Bone bukan sekadar akhir sebuah program, melainkan menjadi titik untuk meneruskan pengetahuan dan praktik baik yang telah dibangun bersama masyarakat selama lima tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *