BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mendorong gerakan Pramuka di Kabupaten Bone tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan, tetapi juga mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan.
Hal tersebut disampaikan Andi Asman saat memimpin Apel Besar Hari Pramuka di Lapangan Maroanging, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Jumat (14/8/2026).

Dalam arahannya, Bupati Bone menekankan pentingnya Pramuka dalam membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Harapan kita melahirkan generasi ke depannya, yaitu Pramuka yang ada, Pramuka yang hebat, berdisiplin, berkarakter, berjiwa pemimpin,” ujar Andi Asman.
Ia juga mengingatkan anggota Pramuka untuk tidak sekadar menghafalkan Dasadharma, tetapi memahami dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang sepuluh itu harus dibaca ulang-ulang dan dihafal berulang-ulang. Tidak terlalu banyak. Dihafal dan dihayati, kemudian tahu maknanya dari satu sampai sepuluh,” katanya.
Menurutnya, pemahaman terhadap Dasadharma menjadi salah satu dasar dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab dan mampu menjadi pemimpin di masa depan.
Andi Asman juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Hari Pramuka di Kecamatan Sibulue. Ia menyampaikan terima kasih kepada Camat Sibulue, jajaran Forkopimcam, para pembina, Mabikas dan seluruh anggota Pramuka yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Pelaksanaannya cukup siap dan mungkin di antaranya terbaik,” ungkapnya.
Selain pembentukan karakter, Bupati Bone menyoroti peran Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan. Ia meminta semangat Pramuka Membangun Ketahanan Pangan dapat diterapkan hingga tingkat desa, dusun, kelompok tani dan kelompok wanita tani.
“Itu harus kita delegasikan sampai ke tingkat desa dan kelurahan. Bekerja sama desa dan kecamatan sampai ke tingkat dusun dan kelompok tani dan kelompok wanita tani yang ada di desa-desa ini,” jelasnya.
Andi Asman bahkan mendorong agar edukasi ketahanan pangan dimulai dari lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.
Ia mengajak para anggota Pramuka untuk belajar bercocok tanam sehingga sejak dini mereka memahami proses menghasilkan bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
“Adik-adik Pramuka setelah berpramuka kembali ke sekolah, kita konsentrasi bagaimana agar peran ekstrakurikulernya itu belajar tentang bercocok tanam,” tuturnya.
Menurutnya, anak-anak perlu mengenal tanaman pangan secara langsung, bukan hanya mengetahui hasilnya ketika sudah berada di meja makan.
“Jangan cuma hanya makan tomat, pohonnya tidak tahu. Makan cabai, pohonnya tidak tahu. Makan terong, pohonnya tidak tahu,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong pelajar untuk mulai menanam berbagai tanaman pangan seperti terong, cabai dan tomat di lingkungan sekolah.
“Jadi harus kita kenali dia dengan sejak awal dengan menanam terong, menanam cabai, menanam tomat. Itu yang kita harapkan,” sambungnya.
Bupati Bone berharap gerakan tersebut dapat memperluas peran Pramuka dalam pembangunan daerah. Selain membentuk generasi muda yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan, Pramuka juga diharapkan mampu menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan sejak dini.
Melalui kegiatan sederhana seperti bercocok tanam di sekolah, para anggota Pramuka diharapkan memiliki keterampilan praktis sekaligus memahami pentingnya menjaga ketersediaan pangan untuk masa depan.












