Tanam Padi Modern di Kahu, Bupati Bone Ajak Petani Kejar Produksi Tertinggi Nasional

Berita Utama814 Dilihat

BONE,TRENDSULSEL–Bupati Bone Andi Asman Sulaiman melakukan tanam padi perdana program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Bonto Padang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Jumat (8/5/2026).

Program PM-AAS merupakan model budidaya padi intensif yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan hasil panen petani. Sistem ini menggabungkan metode tanam benih langsung (tabela) rapat, mekanisasi penuh, serta pengairan dan pemupukan presisi dengan potensi hasil panen mencapai 10 ton per hektare.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI Fadjry Djufry, jajaran Kementerian Pertanian RI, Pimpinan PT Pupuk Indonesia, jajaran Dinas Pertanian Bone, Kepala Bulog Bone, Tripika Kecamatan Kahu, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Fadjry Djufry mengatakan PM-AAS merupakan sistem pertanian modern yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Di sini ada penggunaan drone dan varietas unggul baru. Ini adalah sistem pertanian yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ide penerapan sistem tersebut muncul saat Menteri Pertanian melakukan kunjungan ke Arkansas, Amerika Serikat, dan melihat penerapan teknik pertanian modern di lahan kering.

“Beliau kemudian memerintahkan agar sistem ini diterapkan di beberapa daerah di Indonesia,” katanya.

Menurut Fadjry, program tersebut telah diuji coba di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Soppeng dengan luas lahan lima hektare dan menghasilkan produksi hingga 10,9 ton per hektare.

“Kita sudah coba di beberapa tempat di Indonesia, termasuk Kabupaten Soppeng. Saya yakin di Bone hasilnya bisa lebih tinggi karena bupatinya sahabat petani,” ungkapnya.

Ia juga menyebut sistem pertanian modern mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Bone dipilih menjadi salah satu daerah percontohan PM-AAS di Indonesia.

Baca Juga :  Panen Padi Di Area Rawa Dua Boccoe, Bupati Bone Komitmen Tingkatkan Produksi Pertanian

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur BRMP Kementan RI memilih Bone sebagai salah satu daerah percontohan di Indonesia,” kata Andi Asman.

Ia menjelaskan, BRMP hadir untuk mentransformasikan sistem pertanian tradisional menjadi pertanian modern guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

“Mari kita sukseskan program ini,” ujarnya.

Bupati Bone juga menantang para penyuluh pertanian dan petani agar mampu menjadikan lahan seluas 100 hektare tersebut sebagai kawasan dengan produksi tertinggi di Indonesia.

“Saya tantang penyuluh dan segenap petani, jika 100 hektare ini produksinya bisa tertinggi di Indonesia, Menteri Pertanian akan datang untuk panen di sini,” tegasnya.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menjadi jawaban dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semakin mendapat perhatian dunia.(al87)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *