SOPPENG – Di tengah tantangan fiskal yang berat akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, kepemimpinan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, bersama Wakil Bupati, Ir. Selle KS Dalle, justru menunjukkan performa gemilang di tahun pertama masa jabatannya.
Dalam acara Refleksi Satu Tahun Pemerintahan yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu (22/2/2026), terungkap bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng mampu menjaga stabilitas pembangunan meski harus menghadapi pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang signifikan.
Bupati Suwardi Haseng memaparkan bahwa pada tahun 2025, Soppeng mengalami pengurangan anggaran sebesar Rp70,6 miliar, dan diproyeksikan kembali berkurang hingga Rp188 miliar pada tahun 2026. Namun, alih-alih memangkas program kerakyatan, duet kepemimpinan ini memilih jalur inovasi dan efisiensi birokrasi.
“Refleksi hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung kejujuran untuk melihat sejauh mana janji telah ditunaikan dan tantangan apa yang masih menghadang. Kami memilih melakukan efisiensi internal tanpa membebani masyarakat,” tegas Suwardi dalam sambutannya.
Strategi “ikat pinggang” ini membuahkan hasil yang prestisius. Di aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Soppeng justru berhasil meraih skor 80,48 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh KPK. Capaian ini menempatkan Soppeng pada peringkat pertama kategori Zona Hijau/Terjaga di seluruh Sulawesi Selatan.
Keberhasilan menjaga integritas di tengah keterbatasan anggaran ini berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan publik. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 tercatat meningkat menjadi 88,53.
Tidak hanya soal administrasi, efisiensi yang dilakukan juga dialokasikan untuk sektor krusial. Pemkab Soppeng tetap mampu menggratiskan 5.400 set seragam dan sepatu untuk siswa baru, serta menekan defisit BLUD RSUD Latemmamala dari Rp18,8 miliar di akhir 2024 menjadi hanya Rp3,7 miliar di akhir 2025.
“Kami ingin membuktikan bahwa dengan integritas yang terjaga dan tata kelola yang transparan, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambah Bupati.
Acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini turut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta tokoh masyarakat. Melalui refleksi ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada visi “Soppeng Sehat, Maju dan Berdaya Saing berbasis Agropolitan” meskipun dinamika anggaran pusat terus berubah.






