Soppeng – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng dan Wabup Selle KS Dalle justru melakukan langkah berani di sektor pendidikan. Tak tanggung-tanggung, porsi 33,4% dari APBD 2025 digelontorkan untuk membiayai masa depan generasi muda Bumi Latemmamala.
Angka ini jauh melampaui mandat konstitusi yang menetapkan batas minimal 20%, sebuah sinyal kuat bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam visi “Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing.”
Isu yang paling menyedot perhatian publik adalah penetapan Soppeng sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat 64 oleh Kementerian Sosial RI. Proyek ambisius berkonsep boarding school ini berdiri di atas lahan seluas 7,1 hektare di Kelurahan Lalabata Rilau.
Dengan nilai investasi mencapai Rp243 miliar, sekolah ini diprediksi bukan sekadar tempat belajar, melainkan pusat peradaban baru yang akan meningkatkan nilai ekonomi wilayah sekitar. “Ini adalah lompatan besar bagi Soppeng untuk menjadi barometer pendidikan di Sulawesi Selatan,” ungkap Bupati dalam refleksi setahun kepemimpinannya.
Selain proyek infrastruktur raksasa, kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat adalah pembagian 5.400 set seragam dan sepatu gratis bagi siswa baru SD dan SMP.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, kebijakan ini dianggap sebagai oase bagi para orang tua. “Pendidikan harus bisa diakses semua kalangan tanpa terkecuali,” tegas Bupati. Langkah ini diperkuat dengan digitalisasi ruang kelas melalui pengadaan 65 unit smart board, memastikan siswa di Soppeng tidak tertinggal dalam literasi teknologi.
Komitmen luar biasa ini tidak berlalu tanpa apresiasi. Pada November 2025, Pemerintah Kabupaten Soppeng diganjar penghargaan Dwija Praja Nugraha. Penghargaan ini merupakan pengakuan tertinggi dari insan pendidikan atas dedikasi kepala daerah dalam memajukan kualitas guru dan mutu pendidikan.






